Belasan Trenggiling yang Dilindungi Ditemukan Membeku di Dalam "Freezer"

Kompas.com - 20/10/2016, 11:03 WIB
Barang bukti satwa trenggiling yang sudah dibekukan saat diamankan polisi dari tersangka. Dok. Polres Kapuas HuluBarang bukti satwa trenggiling yang sudah dibekukan saat diamankan polisi dari tersangka.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kapuas Hulu mengamankan Ben alias Ajan (42) karena diduga melakukan aktivitas penjualan bagian tubuh trenggiling yang merupakan satwa dilindungi di Desa Belikai, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu.

Kepala Polres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin mengatakan, terungkapnya kasus ini berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya penjualan satwa yang dilindungi jenis trenggiling pada Jumat (14/10/2016) lalu.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan di rumah tersangka.

"Hasil penyelidikan, tim menemukan 15 ekor satwa langka jenis trenggiling dalam keadaan sudah mati yang dimasukkan ke dalam freezer di rumah tersangka," ujar Sudarmin, Kamis (20/10/2016).

Baca juga: Polisi Kalteng Tangkap Penjual Satwa yang Berdagang via "Online"

Meski menemukan bagian tubuh yang sudah dibekukan, namun polisi tidak mendapati bagian tubuh lainnya seperti sisik trenggiling.

Sudarmin mengatakan, perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam lagi, termasuk mau dibawa atau dijual kemana bagian tubuh satwa itu.

"Karena sisik atau kulit dari trenggiling itu merupakan bahan baku pembuatan precursor, dimana precursor itu sendiri merupakan salah satu bahan baku pembuatan narkoba," ujarnya.

Tersangka dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf C junto Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Dalam pasal tersebut, disebutkan bahw barang siapa memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian lain dari satwa yang dilindungi atau barang barang yang dibuat dari bagian bagian satwa tersebut atau mengeluarkan dari suatu tempat di Indonesia, dipidana paling lama 5 tahun dan denda 100 juta rupiah.

Untuk itu, masyarakat diimbau jika memelihara satwa langka agar segera menyerahkan kepada aparat kepolisian atau ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang ada di ibu kota kabupaten.

"Masyarakat tinggal memilih, mau diperlakukan sebagai tersangka atau mau diperlakukan sebagai warga yang taat hukum. Jika ingin diperlakukan sebagai warga yang taat hukum, mari kita beramai-ramai menyerahkan hewan langka kepada aparat yang berwenang, bisa ke polisi bisa juga ke BKSDA," imbaunya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembunuhan Sadis Bocah 5 Tahun, Ayah Korban: Saya Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati

Pembunuhan Sadis Bocah 5 Tahun, Ayah Korban: Saya Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati

Regional
Guru SLB Cabuli Siswi Penyandang Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Guru SLB Cabuli Siswi Penyandang Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Regional
Kadispora Garut Ditahan Kejaksaan Terkait Pembangunan SOR Ciateul

Kadispora Garut Ditahan Kejaksaan Terkait Pembangunan SOR Ciateul

Regional
Deadline Jokowi untuk Jatim, Pakar Epidemologi Sebut Penyebaran Corona Sempat Turun 4 Hari

Deadline Jokowi untuk Jatim, Pakar Epidemologi Sebut Penyebaran Corona Sempat Turun 4 Hari

Regional
Cemburu ke Mantan Istri, Pemuda di Makassar Serang Warga Pakai Samurai

Cemburu ke Mantan Istri, Pemuda di Makassar Serang Warga Pakai Samurai

Regional
Uang Dana Desa di Cianjur Dirampok, Begini Kronologinya

Uang Dana Desa di Cianjur Dirampok, Begini Kronologinya

Regional
Patok Akademi TNI Dipasang di Kantornya, Wali Kota Magelang: Pelayanan Tetap Normal

Patok Akademi TNI Dipasang di Kantornya, Wali Kota Magelang: Pelayanan Tetap Normal

Regional
IRT Tewas Bakar Diri, Korban Sering Melamun dan Tak Serumah dengan Suaminya

IRT Tewas Bakar Diri, Korban Sering Melamun dan Tak Serumah dengan Suaminya

Regional
Saat Ketua DPRD Riau Dimarahi Hakim

Saat Ketua DPRD Riau Dimarahi Hakim

Regional
Latihan Silat Berujung Maut, Korban Tewas akibat Benturan di Kepala

Latihan Silat Berujung Maut, Korban Tewas akibat Benturan di Kepala

Regional
Upaya Jawa Timur Turunkan Kasus Covid-19 Sesuai Permintaan Jokowi...

Upaya Jawa Timur Turunkan Kasus Covid-19 Sesuai Permintaan Jokowi...

Regional
Hilang saat Mencari Ikan, Nelayan Ini Ditemukan Tewas di Selat Bunaken

Hilang saat Mencari Ikan, Nelayan Ini Ditemukan Tewas di Selat Bunaken

Regional
Viral, Video Pengejaran dan Suara Tembakan Mirip Adegan Film

Viral, Video Pengejaran dan Suara Tembakan Mirip Adegan Film

Regional
Pemkab Sleman Susun Ulang Mitigasi Bencana Gunung Merapi Sesuai Protokol Covid-19

Pemkab Sleman Susun Ulang Mitigasi Bencana Gunung Merapi Sesuai Protokol Covid-19

Regional
Kunjungi Kanwil BRI Malang, Wali Kota Sutiaji Pastikan Pelayanan Nasabah Aman

Kunjungi Kanwil BRI Malang, Wali Kota Sutiaji Pastikan Pelayanan Nasabah Aman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X