Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/10/2016, 19:39 WIB
|
EditorErlangga Djumena

MADIUN, KOMPAS.com - Selama lima setengah jam, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Madiun di Jalan Mayjen Panjaitan dari pukul 9.30 hingga pukul 16.00 WIB.

Tim yang terdiri dari 12 orang itu, menyita empat koper dan tiga kardus berisi dokumen proyek pembangunan Pasar Besar Kota Madiun.

Hal itu setelah Tim KPK memeriksa seluruh laci, lemari, meja, serta menyalin data di komputer terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun tahun anggaran 2015 senilai Rp 76,5 miliar.

"Saya tiba ke kantor kurang lebih sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu tim KPK sudah masuk ke ruangan bidang-bidang. Komputer-komputernya langsung dikuasai. Semua laci-laci ruang kepala dinas kepala dan kepala bidang semua diambil semua dokumennya terkait proyek pasar besar," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Madiun, Agus Siswanta kepada wartawan setelah tim KPK meninggalkan gedung Dinas PU Kota Madiun, Selasa ( 18/10/2016) sore.

Seusai menggeledah, kata Agus, ia menandatangani lima lembar berita acara terkait dokumen proyek pasar besar apa saja yang disita KPK.

Sementara itu, untuk membawa dokumen-dokumen itu, tujuh kendaraan roda empat terdiri dua berpelat nomor Madiun dan lima berpelat nomor Solo sudah berjajar menunggu di halaman kantor.

Kendaraan roda empat yang berada di depan berisikan empat anggota Brimob Detasemen C Pelopor Madiun.

Selain menyita dokumen dan menyalin data, Agus juga mengaku diperiksa dalam penggeledahan itu. Ia ditanya terkait pembangunan Pasar Besar Madiun dari tahun 2009-2012.

"Tadi kegiatannya full penggeledahan dan penyitaan. Kami hanya diberi waktu istirahat shalat dan makan," katanya.

Agus menambahkan, saat tim penyidik KPK menanyainya perihal proyek itu ia menjawab banyak tidak tahu. Pasalnya, saat itu ia belum menjabat sebagai kepala dinas PU Kota Madiun.

"Saat itu saya masih tugas di Bappeda Kota Madiun, " ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.