Kompas.com - 18/10/2016, 12:23 WIB
Walikota Madiun, Bambang Irianto melambaikan tangan memberikan salam kepada peserta usai membuka lomba cerdas cermat tertib berlalu lintas di Aula Akademi Perkretapian Indonesia di Kota Madiun, Selasa ( 18/10/2016). Kontributor Madiun, Muhlis Al AlawiWalikota Madiun, Bambang Irianto melambaikan tangan memberikan salam kepada peserta usai membuka lomba cerdas cermat tertib berlalu lintas di Aula Akademi Perkretapian Indonesia di Kota Madiun, Selasa ( 18/10/2016).
|
EditorFarid Assifa

MADIUN, KOMPAS.com - Sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Wali Kota Madiun Bambang Irianto tetap beraktivitas menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.

Komunikasi dan Informasi di aula Akademi Perkretapian Indonesia, Selasa (18/10/2016).

"Teman-teman di pemkot tenang saja. Insyallah saya tidak seperti itu. Kalau saya kena itu ya menjadi risiko saya," ujar Bambang saat membuka lomba cerdas cermat tentang tertib berlalu lintas yang diikuti seluruh siswa SMP dan SMA se-Kota Madiun.

Baca juga: KPK Tetapkan Wali Kota Madiun sebagai Tersangka

Bambang yang mengenakan baju batik lengan panjang dipadu celana abu-abu tak banyak memberikan sambutan pada pembukaan acara tersebut. Wejangan yang disampaikan Bambang kepada peserta tak sampai tiga menit.

Selama memberikan sambutan, pria berkumis itu tak banyak menyinggung tentang persoalan kelalulintasan di Kota Madiun. Ia hanya menyinggung kondisi Kota Madiun tambah ramai, namun tetap rapi.

Kepada seluruh staf, Bambang meminta agar tetap bekerja seperti biasanya. Ia pun tetap bekerja menjalankan tugas sebagai kepala daerah.

Bambang juga bercerita tentang rumah pribadi dan rumah jabatannya yang didatangi tim KPK. Tim KPK menggeledah rumahnya terkait dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun tahun anggaran 2015 senilai Rp 76,5 miliar.

"Setelah semua digeledah, alhamdulillah tidak ada apa-apa," kata Bambang.

Baca juga: KPK Geledah Ruang Kerja dan Rumah Pribadi Wali Kota Madiun

Komisi Pemberantasan Korupsi menyita satu koper besar dan beberapa kardus berisi dokumen setelah menggeledah 4,5 jam ruang kerja wali kota Madiun. Dokumen-dokumen yang disita terkait proyek pembangunan Pasar Besar Madiun tahun anggaran 2015 senilai Rp 76,5 miliar.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X