Warga Perbatasan Menggelantung di Jembatan demi Pergi ke Luar Desa

Kompas.com - 18/10/2016, 11:42 WIB
Kondisi jembatan gantung di Desa Long Umung Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan yang tinnggal slingnya saja. Warga dan siswa sekolah di 3 desa terpaksa menggunakan jembatan darurat tersebut karena jembatan tersebut merupkan satu satunya penghubung antar desa. ApremKondisi jembatan gantung di Desa Long Umung Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan yang tinnggal slingnya saja. Warga dan siswa sekolah di 3 desa terpaksa menggunakan jembatan darurat tersebut karena jembatan tersebut merupkan satu satunya penghubung antar desa.
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com - Sejumlah siswa SMP di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa memilih menginap selama sepekan di asrama milik sekolah karena kesulitan untuk pulang pergi ke sekolah setiap hari.

Sebab, jembatan gantung satu satunya penghubung beberapa desa dengan sekolah sudah rusak selama 3 tahun terakhir.

Jembatan gantung yang terletak di Desa Long Umung tersebut saat ini tinggal tersisa sling yang membentang di atas sungai selebar 30 meter dengan ketinggian jembatan lebih dari 10 meter.

“Hari sabtu mereka baru baru pulang. Tidak ada jalan lain, jadi mereka tetap mengikuti jalan itu. Jadi yang tidak bisa berenang, ya mau tidak mau dia harus bergantung lewat situ,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Aprem yang juga merupakan warga Desa Long Umung, Selasa (18/10/2016).

Selain siswa sekolah, warga di tiga desa, yaitu Desa Pa raye, Wa Yagung dan Desa Bungayan juga terpaksa bergelantungan untuk menuju desa lain demi memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Warga juga kesulitan untuk menjual hasil panen padi maupun hasil kebun mereka ke luar daerah karena jembatan tersebut rusak.

“Jembatan gantung di Desa Long Umung dibutuhkan oleh lebih dari 500 kepala keluarga yang tinggal di sana,” imbuh Aprem.

Warga berharap, pemerintah daerah bisa segera membangun jembatan tersebut sebelum ada korban jiwa dari warga ketika melintasi jembatan tersebut. Warga sebenanrya telah mengajukan pembangunan jembatan kepada pemerintah daerah sejak 3 tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah daerah.

“Harapan kita pemerintah ada campur tangan di situ. Jangan tidak pernah melihat kondisi sebenarnya. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa, karena jembatan itu tidak layak dilalui,” kata Aprem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.