Di Tangan Siswa SMK, Limbah Plastik Bisa Jadi Bahan Bakar

Kompas.com - 15/10/2016, 21:56 WIB
Siswa SMK Negeri 1 Larompong, Kabupaten Luwu didampingi gurunya memamerkan olahan limbah plastik menjadi bahan bakar di festival pelajar yang digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (15/10/2016). KOMPAS.com/HENDRA CIPTOSiswa SMK Negeri 1 Larompong, Kabupaten Luwu didampingi gurunya memamerkan olahan limbah plastik menjadi bahan bakar di festival pelajar yang digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (15/10/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MAKASSAR, KOMPAS.com - Di tangan siswa-siswi SMK Negeri 1 Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, limbah plastik dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar alternatif. Cara pembuatannya pun tergolong sederhana.

Kreasi para siswa itu turut dipertontonkan dalam pameran pendidikan di anjungan Partai Losari, Makassar mulai Jumat (14/10/2016) hingga Minggu besok.

Seluruh sekolah menengah kejuruan di Sulawesi Selatan memamerkan karya mereka dalam acara untuk memperingati Hari Jadi ke-347 Sulawesi Selatan tersebut.

Di acara itu, siswa SMKN 1 Larompong memperlihatkan pemanfaatan sampah plastik dari botol air mineral dan sampah plastik lain menjadi bahan bakar alternatif.

Caranya, limbah plastik dimasak dengan air. Uapnya yang dihasilkan dari rebusan limbah itu disuling dengan menggunakan pipa ke dalam tempayan.

Hasil penyulingan didinginkan proses kondensasi. Hasilnya berupa cairan berkandungan oktan seperti bensin yang mudah terbakar.

"Jika di SMK lain menghasilkan BBM dari limbah plastik dengan menggunakan mesin, kami hanya mencoba dengan peralatan sederhana yang lebih efisien dan hemat biaya. Kerjanya juga cukup mudah," kata Emrayani, Sabtu (15/10/2016).

Selain temuan itu, dipamerkan pula hasil karya SMK lain, mulai dari perangkat lunak untuk PC tablet, komputer, genset dari mesin motor, makanan unik khas daerah, hingga robot.

Dalam pameran itu, hadir sekitar 7.000 siswa dari berbagai SMK di Sulsel.

Acara ini juga dimeriahkan dengan tarian empat etnis di Sulsel, yakni Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Sebanyak 1.090 penari terlibat di dalamnya dan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia untuk kategori menari selama 24 jam.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pura-pura Jual Mobil Mertua untuk Ajukan Kredit, PNS Magetan Dibui

Pura-pura Jual Mobil Mertua untuk Ajukan Kredit, PNS Magetan Dibui

Regional
KPU Gunungkidul Loloskan Satu Paslon Independen ke Tahap Berikutnya

KPU Gunungkidul Loloskan Satu Paslon Independen ke Tahap Berikutnya

Regional
Pos TNI Diserang KKB Pimpinan Egianus Kogoya, 2 Luka Tembak, 1 Tewas

Pos TNI Diserang KKB Pimpinan Egianus Kogoya, 2 Luka Tembak, 1 Tewas

Regional
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Bekedok Jual Beli HP di Aceh

Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Bekedok Jual Beli HP di Aceh

Regional
Tower SUTT PLN Rembang Roboh, Ibu dan 2 Anaknya Luka-luka, 3 Kabupaten Alami Pemadaman Listrik

Tower SUTT PLN Rembang Roboh, Ibu dan 2 Anaknya Luka-luka, 3 Kabupaten Alami Pemadaman Listrik

Regional
Tak Tarik PHR 6 Bulan, Bali Berharap Dapat Insentif yang Proporsional

Tak Tarik PHR 6 Bulan, Bali Berharap Dapat Insentif yang Proporsional

Regional
Guru Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor Tolak Penangguhan Penahanan

Guru Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor Tolak Penangguhan Penahanan

Regional
Tak Ingin Tanggung Jawab Setelah Hamili Korban, Alasan Pria Ini Bunuh Remaja yang Ditemukan Tewas Penuh Luka

Tak Ingin Tanggung Jawab Setelah Hamili Korban, Alasan Pria Ini Bunuh Remaja yang Ditemukan Tewas Penuh Luka

Regional
KLB DBD Diperpanjang, RSUD Maumere Kekurangan Dokter dan Ruangan

KLB DBD Diperpanjang, RSUD Maumere Kekurangan Dokter dan Ruangan

Regional
Arab Saudi Setop Umrah karena Virus Corona, Keberangkatan Ratusan Jemaah dari Semarang Ditunda

Arab Saudi Setop Umrah karena Virus Corona, Keberangkatan Ratusan Jemaah dari Semarang Ditunda

Regional
Polisi Akui Pantau Ayah Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Selama 1 Bulan

Polisi Akui Pantau Ayah Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Selama 1 Bulan

Regional
Tidak Ada Ampun bagi Oknum Polres di Maluku yang Bawa 1 Kg Sabu

Tidak Ada Ampun bagi Oknum Polres di Maluku yang Bawa 1 Kg Sabu

Regional
Korban Banjir di Subang Dapat Bantuan Rp 750 Juta dari Dana Darurat Jabar

Korban Banjir di Subang Dapat Bantuan Rp 750 Juta dari Dana Darurat Jabar

Regional
Pengakuan Budi Saat Masukkan Mayat Anaknya ke Gorong-gorong, Agar Terlihat Seperti Kecelakaan

Pengakuan Budi Saat Masukkan Mayat Anaknya ke Gorong-gorong, Agar Terlihat Seperti Kecelakaan

Regional
Pilkada Kabupaten Semarang, Istri Bupati Petahana versus Wakil Bupati

Pilkada Kabupaten Semarang, Istri Bupati Petahana versus Wakil Bupati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X