Kompas.com - 15/10/2016, 21:04 WIB
Arnan Depari,  Deputi Bidang Pemberantasan BNN,  saat memberikan keterangan pers di depan rumah tersangka YT,  terkait penyitaan 67 kilogram sabu di Demak dan Tegal,  Sabtu (15/10/2016) Kontributor Demak, Ari WidodoArnan Depari, Deputi Bidang Pemberantasan BNN, saat memberikan keterangan pers di depan rumah tersangka YT, terkait penyitaan 67 kilogram sabu di Demak dan Tegal, Sabtu (15/10/2016)
|
EditorEgidius Patnistik

DEMAK, KOMPAS. com - Badan Narkotika Nasional ( BNN) mengamankan 67 bungkus paket sabu seberat total 67 kg asal Malaysia di Tegal dan Demak, Jawa Tengah, Sabtu ( 15/10/2016).

Selain barang bukti sabu, petugas juga menangkap lima tersangka yakni YT (warga Demak), WD, WJ, dan TT (ketiganya warga Rembang), serta YS warga Pekanbaru.

Sabu seberat 67 kilogram itu di diamankan tim BNN dari dua lokasi berbeda. Lokasi penyitaan pertama di Tegal, Jawa Tengah, dengan barang bukti 56 bungkus sabu seberat 56 kilogram. Lokasi kedua di rumah tersangka YT yang beralamat di Dukuhan RT 3 RW 3 , Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, Demak.

Di rumah YT tersebut, petugas menyita barang bukti sabu sebanyak 11 bungkus dengan berat 11 kilogram.

Arman Depari, Deputi Bidang Pemberantasan BNN, dalam keterangan persnya mengatakan, penggrebegan di Demak merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka berikut barang bukti di Tegal.

"Tadi saat dilakukan penggeledahan di rumah YT dengan anjing pelacak. Kami temukan 11 bungkus sabu yang disembunyikan di bawah kasur," kata dia.

"Barang bukti di Tegal diangkut dari Demak menggunakan dua mobil. Rencananya akan diedarkan di Jakarta," imbuh Arman.

Tersangka YT merupakan salah satu aktor utama sindikat narkoba itu. Dia yang mengatur semua kegiatan, mulai menerima paket kiriman, membongkar barang , menyimpan sekaligus mendistribusikannya.

Oleh tersangka YT semua paket sabu yang disembunyikan di dalam filter air itu disimpan di rumah saudaranya Kasmuri, warga Desa Kalisari RT 02 RW 03, Kecamatan Sayung, Demak.

"Kristal metamin kualitas nomor satu ini berasal dari Malaysia," kata Arman.

BNN sudah mengendus para tersangka yang merupakan sindikat internasional itu sejak April lalu. Beberapa hari lalu, BNN mengamankan 20 kilogram sabu yang masih satu jaringan dengan kelima tersangka itu.

"Penangkapan di Tegal dan Demak ini hasil pengembangan dari Palembang," ujarnya. "Tersangka akan kami kenakan pasal 112, pasal 114 dan pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati, " kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.