Menteri Susi: IUU Fishing Bukan Cuma Soal Penangkapan Ikan Ilegal

Kompas.com - 13/10/2016, 15:30 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat ditemui awak media Kompas.com, di sela mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Rabu (13/4/2016). Raker membahas Kunjungan Kerja Masa Reses Komisi IV, RUU Prioritas dan Prolegnas. KOMPAS.com / DINO OKTAVIANOMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat ditemui awak media Kompas.com, di sela mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Rabu (13/4/2016). Raker membahas Kunjungan Kerja Masa Reses Komisi IV, RUU Prioritas dan Prolegnas.
EditorCaroline Damanik

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan bahwa kebijakan Ilegal, Unpreported and Unreguated (IUU) Fishing yang dijalankan bukan hanya untuk melindungi laut dari penangkapan ilegal, tetapi ada persoalan lain di luar perikanan yang mengancam kedaulatan bangsa.

"IUU Fishing is not only just ilegal fishing, tapi di balik itu ada ancaman besar terhadap kedaulaatan bangsa," kata Susi dalam kuliah umum di Kampus IPB, Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2016).

Susi menyebutkan, di balik beroperasinya kapal-kapal asing di perairan Indonesia secara bebas tidak hanya membawa serta ikan yang ditangkap secara ilegal dari perairan Nusantara. Tetapi juga membawa serta perdagangan senjata, narkoba, perdagangan orang, perdagangan satwa, pakaian ilegal, dan rokok ilegal.

"Jadi mereka tidak hanya membawa ikan kita, mereka juga membawa satwa kita yang terancam punah, diperdagangnkan, senjata, miras, narkoba," katanya.

Dia menyebutkan, data dari BNN mengungkapkan ada lebih 5.000 kg narkoba masuk ke Indonesia setiap minggu. 80 persen narkooba masuk lewat laut Indonesia.

"Ini merusak mengancam masa depaan generasi kita, mengancam masa depan bangsa kita. Pemakai narkoba sudah (mencapai) 5 juta sekarang," katanya.

Tidak hanya narkoba, lanjutnya, IUU Fishing juga menyelamatkan penjualan bahan bakar ilegal yang terjadi di laut Indonesia.

"Kapal-kapal asing itu tidak membawa BBM, mereka justru membelinya BBM yang disubsidi oleh pemerintah, yang harusnya dikonsumsi oleh masyarakat kita," kataya.

Susi mengatakan, dengan aturan IUU Fishing, upaya pemerintah melindungi ekosistem sumberdaya alam Indonesia, dan menjaga agar stok ikan tersedia, untuk kecukupan bangsa.

Susi meyakini, dengan IUU Fishing, PDB sektor perikanan meningkat dibanding sektor lain seperti pertanian, dan perkebunan yakni 8,96 dan pendapatan nelayan naik dari 102 menjadi 110, perikanan menyumbang deflasi.

Penerapan IUU Fishing menjadi harapan, berusaha menjadikan perikanan terkelola secara modern, dicirikan dengan perikanan yang ilegal, terlaporkan dan dilengkapi regulasi yang jelas.

Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa IPB di Kampus Dramaga, dengan tema "Kedaulatan Perikana Melalui Pemberantasan Ilegal, Unpreported and Unreguated Fishing".

Kuliah umum yang disampaikan Susi berjudul "Membangun Kedaulatan Perikanan melalui Pemberantasan Ilegal Fishing".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ANTARA
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

Regional
Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan 'Kesurupan' hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan "Kesurupan" hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Regional
5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

Regional
Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Regional
Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Regional
Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Regional
Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Regional
Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Regional
Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Regional
Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Regional
Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Regional
Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Regional
Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Regional
Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X