Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi oleh Dosen, Ini Klarifikasi Rektor Unkrit

Kompas.com - 13/10/2016, 14:55 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

POSO KOMPAS.com – Pihak Rektorat Universitas Kristen Tentena (Unkrit), Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah akhirnya angkat bicara terkait dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswi oleh dosen.

Rektor Unkrit Tentena Lies Sigilipu saat dikonfirmasi oleh Kompas.com via telepone mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah tindakan dosen sekaligus ketua jurusan Program Pedidikan (Prodi) Matematika itu merupakan pemerkosaan.

"Saat keduanya dipertemukan, sang dosen membantah jika ada pemerkosaan. Mereka bahkan mengakui kalau ada hubungan asmara. Nah logikanya kalau diperkosa kenapa kejadiannya di rumah pelaku? Ini artinya bahwa perempuan yang mendatangi pelaku," ujar Lies.

Ia menambahkan, sebelum kasus dugaan pemerkosaan ini muncul ke publik, pihak kampus telah mengambil langkah dengan mempertemukan keduanya untuk duduk bersama persoalan dan telah selesai secara internal kampus sesuai dengan aturan lembaga pada yayasan Unkrit.

Hasil kesepakatan pertemuan internal tersebut, diambil kebijakan keduanya dikenai sanksi, pelaku (dosen) secara sukarela mengundurkan diri sebagai dosen dan korban diberikan sanksi skorsing tidak mengikuti mata kuliah selama satu semester.

"Setahu saya persoalan ini secara internal kampus sudah selesai, kalau toh muncul lagi adanya laporan ke polisi atas dugaan pemerkosaan, maka kita tunggu hasil penyelidikan polisi. Jangan kita berspekulasi dulu," ucap dia.

Sebelumnya, MA (19), warga Lore Selatan,  dengan didampingi Pengelola Rumah Perlindungan Perempuan Dan Anak (RPPA) Institut Mosuntuwu Tentena melapor ke polisi.

Dalam laporannya, korban mengaku telah menjadi korban pemerkosaan yang disertai dengan ancaman oleh seorang dosen. Oleh pihak kampus, korban justru mendapatkan sanksi skorsing kuliah selama satu semester.

Baca: Diskors Pihak Kampus Setelah Dicabuli Dosen, Mahasiswi Lapor Polisi



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Regional
16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

Regional
Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Regional
Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Regional
Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Regional
Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Regional
Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Regional
Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Regional
Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Regional
Jerinx Jadi Tersangka Kasus 'Kacung WHO', Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Jerinx Jadi Tersangka Kasus "Kacung WHO", Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Regional
Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Regional
65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X