Kompas.com - 12/10/2016, 16:48 WIB
EditorCaroline Damanik

Untuk menanggulangi banjir, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo Agoes Tjahjono mengatakan, sudah memaksimalkan 12 rumah pompa untuk menyedot genangan air. Rumah pompa itu tersebar di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Waru, dan Taman.

"Setiap rumah pompa bisa menyedot 300-500 liter air per detik," katanya.

Belum selesai

Jembatan Ciputrapinggan di selatan Jabar yang ambles juga belum dapat dilintasi kendaraan beroda empat atau lebih. Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kalipucang dan Pangandaran hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Akibatnya, perjalanan bus tujuan kawasan wisata Pangandaran berhenti di Kalipucang. Penumpang bus kemudian berjalan kaki melewati jembatan itu dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkot ataupun ojek.

Banjir setinggi 1,5 meter akibat luapan Sungai Citanduy dan anak-anak sungai juga melanda sejumlah kecamatan, di antaranya Padaherang, Cijulang, Parigi, Sidamulih, Cigugur, dan Mangunjaya sejak Minggu. Sekitar 1.876 warga sempat mengungsi ke gedung sekolah, balai desa, dan rumah warga yang tidak terdampak banjir.

Pada Selasa siang, banjir mulai surut. Sebagian besar pengungsi kembali ke rumah masing-masing, tetapi tetap siaga untuk mengantisipasi banjir susulan.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, yang meninjau lokasi tersebut pada Selasa malam, mengatakan, telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Banten, DKI Jakarta, dan Jabar. Ini untuk mempercepat pembangunan jembatan bailey di lokasi itu.

"Sudah saya bicarakan. Bahan-bahan untuk pembuatan jembatan bailey sudah di lokasi. Ini akan segera dikerjakan agar dapat mendukung aktivitas warga," ujarnya.

Jalan yang ambles di Kota Banjar akan dibangun permanen. Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danis H Sumadilaga, yang meninjau lokasi, mengatakan, jalan yang berada di atas gorong-gorong itu akan dibangun dalam waktu 30-45 hari.

BPBD Sulawesi Selatan bersama BPBD di kabupaten/kota di provinsi itu menyiapkan antisipasi penanganan bencana. Hampir semua daerah rawan bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota se-Sulsel dan menyiapkan langkah antisipasi bencana," ujar Kepala BPBD Sulsel Syamsibar. (TAM/GRE/ENG/ETA/ ACI/WER/NIK)


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 Oktober 2016, di halaman 21 dengan judul "Bencana Banjir Terus Meluas di Cilacap".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.