Kompas.com - 12/10/2016, 16:20 WIB
Foto Dhinia--Trihantoro, warga Surodikraman, Ponorogo menunjukkan foto anaknya, Dhinia Sabatini, tenaga kerja wanita asal Ponorogo yang tewas terjatuh dari lantai 11 apartemennya bekerja di Hongkong, Rabu (12/10/2016) siang. Kontributor Madiun, Muhlis Al AlawiFoto Dhinia--Trihantoro, warga Surodikraman, Ponorogo menunjukkan foto anaknya, Dhinia Sabatini, tenaga kerja wanita asal Ponorogo yang tewas terjatuh dari lantai 11 apartemennya bekerja di Hongkong, Rabu (12/10/2016) siang.
|
EditorErlangga Djumena

PONOROGO, KOMPAS.com - Dhinia Sabatini (24), tenaga kerja wanita asal Kabupaten Ponorogo tewas terjatuh dari lantai 11 di tempatnya bekerja di Hongkong. Belum diketahui jelas penyebab jatuhnya TKW yang baru tiga bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hongkong.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ponorogo, Sumani yang dihubungi Kompas.com, Rabu (12/10/2016) sore mengatakan, penyebab jatuhnya Dhinia belum bisa dipastikan apakah karena bunuh diri atau kecelakaan.

Saat ini pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian Hongkong untuk mengungkap penyebab jatuhnya korban dari lantai 11 apartemen korban bekerja.

"Hasil otopsi polisi Hongkong nanti yang akan bisa mengungkap apakah korban bunuh diri atau kecelakaan. Untuk itu kami juga tidak berani memastikan apakah korban tewas karena bunuh diri atau persoalan lain. Kami mendapatkan informasi korban terjatuh dari lantai 11, Sabtu (8/10/2016)," kata Sumani.

Belum jelasnya penyebab tewasnya korban, kata Sumani, juga berdampak belum jelasnya kepulangan jenazah Dhinia ke Indonesia.

Jenazah istri Sutiono yang tinggal Jalan Kumbokarno, Kelurahan Surodikraman, Kecamatan Ponorogo itu baru akan dipulangkan setelah aparat kepolisian setempat menyelesaikan penyelidikan.

Sumani menjelaskan, korban direkrut dan diberangkatkan PT Mitra Sinergi Sukses Sidoarjo secara legal. Korban juga mengikuti serangkaian tes sebelum diberangkatkan sebagai tenaga kerja wanita ke Hongkong.

Ia mengatakan perusahaan yang memberangkatkan korban bertanggung jawab untuk pemulangan jenazah hingga tiba di rumah duka di Kota Ponorogo.

Sumani menambahkan bila korban meninggal lantaran bunuh diri maka asuransi tidak bisa diklaim untuk pencairan asuransi. Sementara bila meninggal karena kecelakaan kerja maka bisa menerima asuransi.

Menurut dia jumlah TKI asal Ponorogo yang meninggal di luar negeri selama tahun 2016 tercatat 16 orang. Penyebab beraneka ragam mulai dari sakit, kecelakaan hingga bunuh diri. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.