Kompas.com - 12/10/2016, 11:54 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

POSO KOMPAS.com – Seorang mahasiswi Universitas Kristen Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, diganjar skors oleh kampus tempatnya berkuliah setelah mengalami kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh dosen di kampus tersebut.

MA (19), warga Lore Selatan, melaporkan kejadian ini ke polisi. Dia mengaku dilarang mengikuti perkuliahan dalam waktu yang belum ditentukan.

Pengelola Rumah Perlindungan Perempuan Dan Anak (RPPA) Institut Mosuntuwu Tentena, Tampakatu, mengatakan, korban yang mestinya dilindungi dengan cara memberikan pendampingan untuk penyembuhan trauma hingga bantuan hukum, namun diperlakukan tidak adil.

Menurut Evi, korban saat ini dalam keadaan tertekan dan ketakutan dan mengalami intimidasi dari terduga pelaku yang juga notabene merupakan dosen dan ketua jurusan bernama Natan Mentaruk.

“Sanksi yang diberikan kepada korban berupa skorsing selama 1 semester terhitung sejak tanggal 2 Oktober 2016 tanpa ada batas waktu, selama masa skorsing saudara tidak berhak mengikuti kuliah maupun kegiatan akademik lainnya di Unkrit," ungkap Evi membacakan isi surat skorsing yang ditandatangani Rektor Unkrit, Lies Sigilipu Saino, tersebut, Rabu (12/10/2016).

Meskipun tidak dijelaskan secara rinci waktu kasus pemerkosaan tersebut terjadi, Evi, mengatakan kejadian tersebut bermula saat pelaku yang juga dosen memaksa korban untuk berpacaran dengannya melalui berbagai ancaman.

Korban ketakutan dan memenuhi keinginan pelaku. Pelaku juga disebutkan membatasi pertemanan korban, mengontrol aktivitas korban dan memaksa korban menuruti semua kata-katanya hingga melakukan hubungan seks.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selain adanya pemberian sanksi skorsing, pelaku juga merekam seluruh kegiatan hubungan seks tanpa diketahui korban sehingga saat korban menolak untuk melakukan hubungan seks, pelaku mengancam untuk menyebarkan video tersebut," ungkap Evi.

Kepala Kepolisian Sektor Tentena kecamatan Pamona Puselemba Kompol Gede Suara saat dikonfirmasi via telepon mengaku bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban atas dugaan pemerkosaan tersebut.

Menurut Gede, penyidik telah memintai keterangan terhadap pelaku yang diketahui adalah oknum dosen dari Unkrit Tentena.

"Laporan sudah masuk. Untuk itu, kami masih terus mendalami kasus tersebut, pelaku sendiri yang dilaporkan oleh korban telah kami periksa namun belum kami tahan karena masih butuh keterangan tambahan untuk menjerat sang dosen," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan secara resmi yang disampaikan oleh pihak Yayasan Unkrit terkait alasan diberikannya sanksi skorsing kepada MA yang diduga menjaddi korban pemerkosaan oleh dosennya sendiri.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.