Ayah Pemerkosa Anak Kandung Ditangkap di Kompleks Lokalisasi Prostitusi

Kompas.com - 11/10/2016, 12:43 WIB
Tersangka pemerkosa anak. Kompas.Com / slamet priyatin Kontributor Kendal, Slamet PriyatinTersangka pemerkosa anak. Kompas.Com / slamet priyatin
|
EditorCaroline Damanik

KENDAL, KOMPAS.com — Bunjari (37) ditangkap polisi setelah dua tahun buron karena diduga memerkosa anak kandungnya sendiri berinisial KN. Warga Desa Magelung, Kaliwungu Selatan, Kendal, itu ditangkap saat asyik berduaan dengan seorang perempuan di kompleks lokalisasi prostitusi Gamberlangu (GBL), Kaliwungu.

Menurut pengakuan Bunjari, dia memerkosa anak kandungnya karena jengkel. Setelah anak sulungnya itu tidak pulang ke rumah selama satu hari, dia melihat noda darah di pakaian dalam anaknya lalu menduganya sudah tidak perawan lagi.

Bunjari memerkosa anaknya setelah istrinya pergi bekerja di ladang. Awalnya, KN memberontak. Namun, ia diam setelah diancam akan dibunuh.

“Ia juga saya ancam akan saya bunuh jika nanti laporan sama ibunya,” ungkap Bunjari, Selasa (11/10/2016).

Kapolres Kendal AKB Maulana Hamdan mengatakan, Bunjari telah melakukan pencabulan kepada anak kandungnya dalam masa Januari hingga Juli 2014. Selama itu, bapak dua anak tersebut telah melakukan pencabulan sebanyak 8 kali.

Akibatnya, korban, yang masih duduk di bangku SMP kelas II, tidak mau sekolah karena malu.

“Kemudian, ia dilaporkan oleh istrinya setelah KN menceritakan perbuatan bapaknya,” kata Maulana.

Namun, lanjut Maulana, saat petugas mencari, pelaku sudah tidak ada di rumah hingga menjadi buron selama dua tahun.

Pelaku akhirnya ditangkap setelah ada laporan dari warga bahwa dia kerap berada di GBL. Akibat perbuatannya, Bunjari diancam UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Dokter dan Tim Medis Rawat PDP Corona: Sepekan Gunakan Jas Hujan Sebagai APD

Kisah Dokter dan Tim Medis Rawat PDP Corona: Sepekan Gunakan Jas Hujan Sebagai APD

Regional
Pria Tikam Teman Sendiri karena Cemburu Istri Curhat ke Korban Saat Malam Hari

Pria Tikam Teman Sendiri karena Cemburu Istri Curhat ke Korban Saat Malam Hari

Regional
Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Oknum Polisi di Gresik Dilaporkan ke Polisi

Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Oknum Polisi di Gresik Dilaporkan ke Polisi

Regional
Hasil Tracing Pelatihan Petugas Haji 9 Hari di Surabaya: 4 Peserta Positif Covid-19, 14 PDP

Hasil Tracing Pelatihan Petugas Haji 9 Hari di Surabaya: 4 Peserta Positif Covid-19, 14 PDP

Regional
Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Regional
Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Regional
Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Regional
UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

Regional
Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Regional
Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Regional
Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Regional
Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Regional
Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Regional
UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

Regional
Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X