Kompas.com - 10/10/2016, 19:55 WIB
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemerintah siap memfasilitasi kepulangan para pengikut Pedepokan Dimas Kanjeng pimpinan Taat Pribadi menuju tempat asal masing-masing.

Alasannya, kondisi para pengikut Taat Pribadi yang telantar di tenda-tenda terpal di sekitar Pedepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sudah termasuk bencana sosial.

Hal itu dikatakan Khofifah seusai memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Semarang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (9/10/2016). Pada prinsipnya, para pengikut Dimas Kanjeng bersedia pulang, tetapi tidak memiliki uang. Karena itu, mereka akan dipulangkan dengan biaya pemerintah.

"Tergantung dari mana asalnya. Kalau dari (Pulau) Jawa pakai bus, bisa Damri. Kalau dari luar Jawa, Kemensos (Kementerian Sosial) juga siap memfasilitasi kepulangan mereka ke daerahnya dengan kapal-kapal Pelni," ujar Khofifah.

Dari pendataan awal Kemensos, sekitar 240 pengikut Dimas Kanjeng masih bertahan di sekitar Pedepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo. Mereka memilih tinggal di tenda-tenda meski pimpinan mereka sudah ditangkap dan dijadikan tersangka atas dugaan penipuan dan pembunuhan.

Khofifah mengatakan, Kemensos terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim dan Dinsos Kabupaten Probolinggo mengenai kondisi pengikut Dimas Kanjeng yang masih bertahan di pedepokan. Pemulangan pengikut Dimas Kanjeng tersebut akan ditangani bagian di Kemensos yang khusus menangani bencana sosial.

"Dinsos Kabupaten Probolinggo menyatakan, kondisi ini sudah masuk kategori bencana sosial. Artinya, memungkinkan dianggarkan untuk memulangkan mereka yang ingin pulang, tetapi tidak punya uang," katanya.

Jika dalam pendataan ternyata ada pengikut Dimas Kanjeng yang masuk kategori keluarga kurang mampu, mereka juga berhak mendapatkan dana jaminan hidup Rp 900.000 per orang.

(Baca juga: Mensos Siapkan Bus dan Kapal untuk Pulangkan Pengikut Dimas Kanjeng)

Di Jawa Barat, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menginstruksikan camat dan kepala desa untuk menjemput pengikut Dimas Kanjeng asal Purwakarta yang masih bertahan di Pedepokan Dimas Kanjeng. Salah satunya adalah Nyi Rukoyah, warga Kampung Krajan, Desa Sukadami, Kecamatan Wanayasa.

"Saya sudah meminta kepala desa dan camat untuk melakukan pengecekan langsung. Kalau benar (Nyi Rukoyah) ada di sana, harus bisa dibujuk untuk pulang ke rumahnya," ujar Dedi di Purwakarta, Sabtu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.