Sidang Kasus Pembunuhan Dosen UMSU Ricuh, Anak Korban Pingsan usai Caci Maki Terdakwa

Kompas.com - 06/10/2016, 20:54 WIB
Suasana pasca-pembunuhan dosen FKIP UMSU Nuraini Lubis, Senin (2/5/2016). Tribun Medan/Array A ArgusSuasana pasca-pembunuhan dosen FKIP UMSU Nuraini Lubis, Senin (2/5/2016).
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com - Kericuhan terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Medan saat sidang kasus pembunuhan dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Nur Ainun Lubis (54), Kamis (6/10/2016).

Namira, anak bungsu korban, tiba-tiba histeris dan jatuh pingsan seusai mendengar keberatan terdakwa yang dibacakan penasihat hukumnya di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martias Iskandar dan hakim yang diketuai Sontan Merauke Sinaga. 

Baca juga: Cekcok soal Skripsi, Mahasiswa Bunuh Dosennya

Namira menerobos pengawalan polisi yang akan membawa terdakwa Roymardo Sah Siregar ke sel tahanan sementara pengadilan. Dia mencaci maki dan berusaha memukul terdakwa yang terlihat pasrah.

"Gara-gara kau, mati mamakku, jaksa harus tuntut mati dia," teriaknya.

Anggota keluarga lain yang juga datang untuk mengikuti persidangan berusaha menenangkan Namira, namun dia terus meneriaki terdakwa.

Dia tidak terima ibunya dibunuh terdakwa. Tak lama kemudian, Namira pingsan.

Melihat ini, adik kandung korban, Nurhaini kembali meneriaki terdakwa.

"Bukan manusia kau, kau bunuh dosenmu sendiri kayak binatang. Sampai urat-uratnya putus," katanya histeris.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Dosen oleh Mahasiswa karena Masalah Nilai

Dia ingat betul kondisi korban karena ia ikut memandikannya.

"Darah keluar dari leher kayak binatang yang dipotong. Kami mau dia dihukum mati," ucapnya sambil menangis.

Sebelumnya, JPU mendakwa Roymardo dengan Pasal 340 sub 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Terdakwa sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban yang merupakan dosennya sendiri.

Baca juga: Keluarga Yakin Pembunuhan Dosen UMSU Sudah Direncanakan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X