Sering Bolos Sekolah, Remaja Perempuan Dirantai Orangtuanya di Rumah

Kompas.com - 04/10/2016, 19:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Seorang anak perempuan berinisial S (15) dirantai orangtuanya sendiri di rumah pamannya di Jalan Alianyang, Singkawang, Kalimantan Barat.

Kepala Polres Singkawang, AKBP Sandi Alfadien Mustofa mengungkapkan, peristiwa tersebut terungkap setelah korban yang masih duduk di kelas satu SMP ini mengirimkan pesan singkat kepada polisi yang piket di Singkawang Comand Center (SCC), Sabtu (1/10/2016) sekitar pukul 19.20 WIB.

"Isi pesan singkat itu menyatakan dia (korban) dirantai di dalam sebuah rumah dan sudah sebulan lebih lamanya," ujar Sandi melalui telepon, Selasa (4/10/2016) malam.

Berdasarkan informasi dari pesan singkat tersebut, petugas piket kemudian menanyakan alamat lengkap dan menghubungi Satuan Reserse Kriminal dan Unit PPA Polres Singkawang serta langsung menuju lokasi untuk mengecek kebenaran informasi yang diterima itu.

"Setelah dicek, ternyata benar dan ditemukan seorang anak perempuan sedang dalam kondisi terikat rantai di dalam kamar berukuran 1,5 x 2 meter," ungkap Sandi.

Saat itu, di dalam rumah, ada paman korban yang juga pemilik rumah. Polisi kemudian membawa korban beserta pamannya yang berinisial JKK ke Mapolres Singkawang untuk dimintai keterangan.

"Korban saat itu tinggal bersama pamannya, karena ibunya yang berinisial JKM sedang bekerja di daerah Lirang," ujar Sandi.

Berdasarkan keterangan JKM, dia sengaja merantai anaknya itu karena putrinya sering bolos. Dia juga mengaku pernah mendapatkan informasi bahwa putrinya suka mengisap lem (ngelem).

Karena khawatir putrinya bertambah nakal, maka JKM memilih jalan pintas mengikat kaki putrinya itu dengan rantai.

"Dari keterangan ibunya, anak itu baru sebelas hari dirantai," ujar Sandi.

Dia menambahkan, meski orangtua korban tak ditahan, pihaknya hingga saat ini berkoordinasi dengan instansi terkait melakukan pengawasan terhadap anak itu. Pihak kepolisian pun menyayangkan tindakan orangtua korban yang merantai putrinya itu.

"Karena anak ini masih di bawah umur, jadi kami libatkan instansi terkait untuk melakukan pengawasan. Orangtuanya juga kami awasi dan sudah membuat pernyataan supaya kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkas Sandi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.