44 Pendaki Gunung Rinjani Masih Belum Ditemukan

Kompas.com - 30/09/2016, 19:03 WIB
Beberapa pengunjung saat berada di salah satu pintu pendakian Gunung Rinjani, Kamis (29/9/2016). (KOMPAS.com/ Foto Dokumentasi TNGR) Kontributor Mataram, Karnia SeptiaBeberapa pengunjung saat berada di salah satu pintu pendakian Gunung Rinjani, Kamis (29/9/2016). (KOMPAS.com/ Foto Dokumentasi TNGR)
EditorCaroline Damanik

MATARAM, KOMPAS.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat, H Muhammad Rum, mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 44 pendaki, baik yang berasal dari mencanegara dan dalam negeri, masih belum ditemukan dan kemungkinan diperkirakan masih berada di atas Gunung Rinjani.

"Ini yang kita belum tahu sampai sekarang keberadaannya. Karena dari laporan jumlah wisatawan yang masuk itu ada 464 orang, namun yang keluar setelah letusan hanya 420 orang, sehingga 44 orang belum kembali," kata Rum, di Mataram, Jumat (30/9/2016).

Ia menuturkan, ada beberapa kemungkinan 44 orang pendaki itu belum diketahui keberadaannnya, pertama para pendaki tidak keluar melalui pintu resmi, yakni Sembalun Lombok Timur dan pintu masuk Senaru, Kabupaten Lombok Utara.

Kemeudian, kedua para pendaki diperkirakan masih berada di atas Gunung Rinjani, namun mereka masih berada di luar tiga kilometer yakni zona terlarang untuk pendakian.

"Waklaupun belum pasti, kemungkinan mereka masih berada di pos-pos yang dekat dengan kaldera Rinjani, seperti di pos enam. Tetapi itu masih batas aman untuk berkemah," ujarnya.

Menurut dia, meski daerah tidak aman itu sudah ditetapklan berada di radius 3 km, tetapi pihaknya bersama instansi lain sudah melakukan penyisiran. Namun, hingga saat ini nasib ke 44 pendaki itu bisa bisa diketahui.

"Sampai saat ini kita belum tahu, tetapi dari penyisiran sudah tidak ada pendaki yang berada di atas," ungkapnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih menetaapkan status Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur, masih waspada level II, setelah meletus pada Selasa pukul 14.45 WITA.

Namun, meski saat ini Gunung Barujari berstatus waspada level II, aktivitas kegempaan tektonik masih muncul pada skala kecil yang terjadi sebanyak lima kali dengan amplitudo 3 mm -20 mm dan durasi 25 detik-105 detik. Tidak hanya itu, aktivitas kegempaan vulkanik dangkal juga terjadi, meski hanya satu kali dengan amplitudo 5 mm dan durasi 2 detik.

"Dengan status Gunung Barujari itu, kita merekomendasikan masyarakat maupun para wisatawan tidak beraktivitas atau berkemah di sekitar kaldera Gunung Barujari di dalam radius 3 km dari kawah," katanya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber ANTARA
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Regional
3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

Regional
Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Regional
Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Regional
Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Regional
Driver Ojol asal Sragen Kena Peluru Nyasar Polisi gara-gara Pencuri Genset

Driver Ojol asal Sragen Kena Peluru Nyasar Polisi gara-gara Pencuri Genset

Regional
Jatuh dari Boncengan Ojol, Ibu 4 Anak di Samarinda Tewas Terlindas Bus

Jatuh dari Boncengan Ojol, Ibu 4 Anak di Samarinda Tewas Terlindas Bus

Regional
Turis Rusia yang Hilang di Bali Diduga akibat Ditarik Ikan Besar

Turis Rusia yang Hilang di Bali Diduga akibat Ditarik Ikan Besar

Regional
Terungkap, Siswi Tewas di Gorong-gorong Karena Dibunuh Ayah Kandung

Terungkap, Siswi Tewas di Gorong-gorong Karena Dibunuh Ayah Kandung

Regional
Tak Segera Siapkan Bajunya, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu Berkali-kali

Tak Segera Siapkan Bajunya, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu Berkali-kali

Regional
Petugas Gunakan Air Laut Padamkan 10 Hektare Lahan yang Terbakar di Meranti

Petugas Gunakan Air Laut Padamkan 10 Hektare Lahan yang Terbakar di Meranti

Regional
2 Siswa yang Sodorkan Kotoran Manusia ke Adik Kelas Dikeluarkan dari Asrama, tapi...

2 Siswa yang Sodorkan Kotoran Manusia ke Adik Kelas Dikeluarkan dari Asrama, tapi...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X