Mantan Anggota TNI Terlibat Pembunuhan atas Perintah Dimas Kanjeng

Kompas.com - 30/09/2016, 18:32 WIB
Dimas@Kanjeng.tersangka.kasus.penipuan Kontributor Surabaya, Achmad FaizalDimas@Kanjeng.tersangka.kasus.penipuan
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS — Pemimpin Pedepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi (46) alias Dimas Kanjeng, memerintahkan delapan anak buahnya membunuh Abdul Gani, pengurus pedepokan yang dianggap bisa membongkar praktik penipuan. Tiga pelaku di antaranya mantan anggota TNI.

Keempat pelaku yang tertangkap itu adalah WW, WD, AS, dan KD. Namun, belum diketahui siapa mantan anggota TNI dari keempat orang itu. Kepala Sub-Direktorat III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Taufik Herdiansyah, Kamis (29/9/2016), di Surabaya, Jatim, tak menyebutkannya.

"Saya hanya bisa katakan tiga mantan perwira TNI itu sudah dipecat (dari TNI) sebelum bergabung dengan Dimas Kanjeng," kata Taufik tanpa menjelaskan alasan pemecatan itu.

Kamis siang, penyidik Polda Jatim menyerahkan keempat tersangka kepada jaksa penuntut umum di Kejaksaan Tinggi Jatim. Kini polisi masih mencari empat tersangka pembunuhan lainnya, yaitu BR, RD, MY, dan EY.


Menurut Taufik, Abdul Gani dibunuh pada 13 April 2016. Waktu itu, para tersangka memancing Abdul untuk datang ke Pedepokan Dimas Kanjeng yang terletak di Desa Wangkal, Probolinggo, atas perintah Dimas Kanjeng. Abdul dijanjikan akan diberi uang Rp 130 juta.

Setibanya di ruangan di pedepokan itu, WW, KD, dan BR membunuh Abdul dengan benda tumpul seperti pipa besi dan batu. Lehernya dijerat dan kepalanya ditutup dengan tas plastik. Setelah dibunuh, jenazah Abdul dibawa ke Wonogiri, Jateng, dan dibuang di sekitar Waduk Gajah Mungkur. Pada 14 April 2016, warga menemukan jenazah itu dan melapor ke polisi.

"Seharusnya, pada 13 April 2016, Abdul Gani menjadi saksi kunci atas laporan penipuan yang terjadi di pedepokan itu. Laporan itu masuk ke Mabes Polri di Jakarta," kata Taufik.

Sebagai imbalan kepada anak buahnya, Dimas Kanjeng memberi uang total Rp 320 juta. Saat keempat tersangka itu ditangkap pada Mei dan Juni 2016, polisi menyita uang Rp 9 juta, sisa dari uang imbalan itu.

Keterangan para tersangka ini turut memperjelas kasus pembunuhan Ismail Hidayat, pengikut Dimas Kanjeng lainnya. Ismail dibunuh atas perintah Dimas Kanjeng pada Februari 2015 karena Ismail juga dianggap bisa membongkar rahasia pedepokan. Kasus pembunuhan Ismail ini ditangani Polres Probolinggo.

Setelah tiga kali tidak memenuhi panggilan penyidik, Kamis (22/9/2016), Dimas Kanjeng ditangkap dan dibawa ke Surabaya.

(Baca juga: Dimas Kanjeng Resmi Tersangka Penipuan)

Sudah warga sipil

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Regional
Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Regional
Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Regional
Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Regional
Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Regional
Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Regional
Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Regional
PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

Regional
Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Regional
Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Regional
Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Regional
Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Regional
Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Regional
Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X