Diduga Palsukan Tanda Tangan, Mantan Manajer Persis Solo Diperiksa Kejari

Kompas.com - 29/09/2016, 16:25 WIB
EditorCaroline Damanik

SOLO, KOMPAS.com - Mantan Manajer Persis Solo Waseso diperiksa di Kejaksaan Negeri Surakarta, Kamis (29/9/2016), karena diduga terlibat kasus pemalsuan tanda tangan pencairan dana tabungan di Bank UOB Jalan Urip Soemohardjo, Jebres.

Kasat Reskrim Polres Kota Surakarta Kompol Saprodin mengatakan, penyidik Polres Surakarta telah melimpahkan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan pencairan dana senilai Rp 23 miliar dengan tersangka Waseso ke Kejari Surakarta.

Menurut Saprodin, penyidik Polres telah melimpahkan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka Waseso ke Kantor Kejari, sekitar pukul 10.30 WIB, serta diterima oleh Kepala Seksi Pidana Umum Nila Aldriani di kejaksaan.

"Kami sudah limpajhkan berkas perkara bersama tersangka. Tersangka akan diperiksa oleh penyidik kejaksaan, dan selanjutnya akan ditahan," kata Saprodin di Solo.

Waseso, mantan Manajer Persis Solo musim 2007 dan 2008, yang juga seorang pengusaha Biro Teknik Listrik (BTL) di Kota Solo tersebut, dengan didampingi penasehat hukumnya, Henky Wicaksana, setibanya di Kantor Kejari masuk di ruang pemeriksaan Jaksa Seksi Pidum.

Waseso menuturkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kejaksaan apakah usai menjalani pemeriksaan di kejaksaan akan langsung ditahan atau tidak.

Menurut Waseso, dirinya awalnya akan menolong pelapor, yakni Roestina Cahyo Dewi. Namun, dirinya justru dituduhkan melakukan tanda tangan pencairan dana senilai Rp 23 miliar.

"Saya didzolimi dengan laporan itu, semuanya tidak benar, dan saya tidak membawa uang milik Dewi," kata Waseso sebelum masuk ke ruang pemeriksaan Jaksa Seksi Pidum di kejaksaan.

Menurut dia, dirinya yang dituduhkan terkait tanda tangan palsu di Bank UOB Jalan Urip Soemoharjo, Solo, akan menyerahkan semuanya terhadap proses hukum yang berlaku.

"Saya jika ditahan siap, dan nanti akan saya jelaskan dalam pembuktian pada persidangan," kata Waseso.

Waseso dilaporkan oleh Roestina Cahyo Dewi melakukan penarikan uang tabungan milik korban di Bank UOB pada tahun 2012 hingga 2013. Dari hasil laporan korban, aksi pemalsuan tanda tangan mencairkan dana yang dilakukan oleh tersangka di UOB Solo, ada sekitar 18 kali dengan total nilai mencapai Rp 23 miliar.

Pria yang mengenakan hem warna putih dan jelana panjang hitam itu pasrah menyerahkan penanganan kasus ini pada proses hukum yang berlaku.

Namun, Waseso tidak membantah bahwa tanda tangan pencarian dana di bank itu memang dirinya karena rekening tersebut adalah atas namanya.



Sumber ANTARA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

Regional
11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

Regional
Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Regional
Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Regional
Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Regional
BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Petahana Bantul Resmi Bertarung di Pilkada 2020

Bupati dan Wakil Bupati Petahana Bantul Resmi Bertarung di Pilkada 2020

Regional
2 Tenaga Medis dari Kabupaten Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular Rekan Kerja

2 Tenaga Medis dari Kabupaten Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular Rekan Kerja

Regional
Banjir dan Longsor Landa 6 Kecamatan di Aceh Barat Daya

Banjir dan Longsor Landa 6 Kecamatan di Aceh Barat Daya

Regional
Bawaslu: Jambi Masuk 10 Besar Indeks Kerawanan Pemilu, Rawan Politik Uang Saat Pilkada

Bawaslu: Jambi Masuk 10 Besar Indeks Kerawanan Pemilu, Rawan Politik Uang Saat Pilkada

Regional
Gegara Nonton Bola di Lapangan Kampung, Pelarian Terduga Pembunuh Istri Berakhir...

Gegara Nonton Bola di Lapangan Kampung, Pelarian Terduga Pembunuh Istri Berakhir...

Regional
Seorang Pegawai Dinas Kesehatan DIY Meninggal Setelah Terinfeksi Virus Corona

Seorang Pegawai Dinas Kesehatan DIY Meninggal Setelah Terinfeksi Virus Corona

Regional
Banjir Bandang Sebabkan Sungai Terbendung Jadi Danau Lumpur, Warga Sukabumi Khawatir

Banjir Bandang Sebabkan Sungai Terbendung Jadi Danau Lumpur, Warga Sukabumi Khawatir

Regional
Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil di Cianjur

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil di Cianjur

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Melonjak, 110 Orang Terpapar dalam Sehari

Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Melonjak, 110 Orang Terpapar dalam Sehari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X