Polres Sumenep Serahkan Benda-benda Misterius kepada Lapan

Kompas.com - 28/09/2016, 20:24 WIB
Benda misterius jatuh dari langit di Pulau Giki Genting, Desa Lombang, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Senin (26/9/2016). handoutBenda misterius jatuh dari langit di Pulau Giki Genting, Desa Lombang, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Senin (26/9/2016).
EditorTri Wahono

SUMENEP, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur, akan menyerahkan benda-benda misterius yang jatuh dari langit kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

"Barang-barang tak dikenal itu diduga benda antariksa dan lebih baik diteliti langsung oleh Lapan," ujar Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora di Sumenep, Rabu (28/9/2016).

Pada Senin, warga menemukan sejumlah benda misterius yang jatuh di beberapa lokasi di Pulau Giliraja dan Perairan Giligenting.

Barang-barang misterius itu berupa tiga benda menyerupai drum dengan lilitan berbahan mirip fiber berwarna hitam. Satu lagi, benda menyerupai radiator dan serpihannya dalam kondisi seperti hangus terbakar.

Tim dari Lapan yang terdiri atas lima orang telah tiba di Sumenep pada Selasa malam dan langsung berkoordinasi dengan polisi untuk meneliti benda-benda misterius tersebut.

"Kami sudah bertemu dan membahas benda-benda tak dikenal itu dengan tim dari Lapan. Kesimpulan sementara, barang-barang misterius tersebut diduga bagian dari roket pendorong satelit," kata Pinora.

Namun, untuk memastikan, Lapan akan meneliti lebih lanjut benda-benda misterius yang di salah satu bagiannya terdapat nomor seri berupa huruf dan angka.

"Dalam konteks itu, kami menilai barang-barang tak dikenal tersebut lebih baik diserahkan ke Lapan untuk diteliti lebih lanjut," ujarnya.

Selain berkoordinasi dengan polisi, tim dari Lapan juga ke Pulau Giliraja untuk mengetahui sekaligus mengecek langsung posisi atau tempat yang menjadi lokasi jatuhnya masing-masing benda misterius tersebut.

Kasus jatuhnya benda-benda misterius dari udara tersebut tidak sampai memakan korban jiwa dan hanya merusak kandang sapi milik warga Pulau Giliraja.

Sebelumnya, warga Pulau Giliraja yang menemukan benda-benda tak dikenal itu menduga barang tersebut adalah bom atau bagian dari badan pesawat.



Sumber ANTARA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X