Kompas.com - 23/09/2016, 16:12 WIB
Jajaran Satreskrim Polres Lamongan saat mengamankan satwa yang dilindungi di rumah Andris. Kontributor Gresik, Hamzah ArfahJajaran Satreskrim Polres Lamongan saat mengamankan satwa yang dilindungi di rumah Andris.
|
EditorFarid Assifa

LAMONGAN, KOMPAS.com – Lantaran melakukan aktivitas jual beli satwa yang dilindungi, Andris (37), warga Desa Gilang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, akhirnya diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Lamongan.

Jajaran kepolisian yang mendapat laporan dari warga akhirnya mendatangi tempat kos pelaku yang dijadikan "kios" jual beli satwa yang dilindungi tersebut, yang berada tepat di depan Plaza Lamongan, di Jalan Panglima Sudirman, Lamongan, pada Kamis (22/9/2016) malam WIB.

“Setelah anggota mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) sekitar pukul 18.00 WIB kemarin, ditemukan empat ekor kukang. Dan, setelah dimintai surat izin, pelaku ternyata tidak bisa menunjukkannya kepada anggota,” ungkap Paur Subbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raksan, Jumat (23/9/2016).

Tidak puas dengan hasil yang didapat dari tempat kos tersangka, petugas kepolisian pun lantas meluncur ke rumah Andris yang berada di Desa Gilang, Kecamatan Babat, Lamongan. Hasilnya, petugas kembali menemukan satwa yang dilindungi berupa dua ekor kukang, satu ekor kakak tua jambul kuning, serta satu ekor nuri berkepala hitam.

“Saat diperiksa, pelaku mengatakan kepada anggota bahwa ia menjalankan aktivitas berdagang satwa yang dilindungi itu dengan cara online,” jelasnya.

Raksan juga menjelaskan, aktivitas Andris berjualan satwa yang dilindungi via online berjalan cukup rapi. Sehingga selama berbulan-bulan menjalankan aktivitasnya, jejak Andris tidak terungkap oleh pihak kepolisian.

“Begitu si pembeli berminat dan jalin komunikasi melalui telepon, maka mereka pun kemudian bertemu di tempat yang telah ditentukan. Di situlah mereka lantas bertransaksi,” tambah Raksan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat perbuatan yang dilakukannya, kini Andris mendekam di Mapolres Lamongan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Ia dianggap melanggar Pasal 40 ayat 2 junto Pasal 21 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem.

“Pelaku terancam hukuman lima tahun penjara atau denda Rp 100 juta lantaran aktivitas yang dilakukannya. Sementara barang bukti berupa enam ekor kukang, satu ekor burung kakak tua jambul kuning, satu ekor nuri kepala hitam, satu unit handphone, dan satu unit sepeda motor, saat ini kami amankan di Mapolres,” pungkasnya.

Menurut Raksan, tidak menutup kemungkinan, akan ada tersangka lain kasus jual beli satwa yang dilindungi ini. Untuk itu, jajaran Satreskrim Polres Lamongan kini mencoba mendalaminya dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.