Tangkap Pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng, Ribuan Polisi Diterjunkan

Kompas.com - 22/09/2016, 17:41 WIB
Susana penggerebekan Padepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo. Sekitar 2000 pasukan gabungan diterjunkan. Ahmad FaisolSusana penggerebekan Padepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo. Sekitar 2000 pasukan gabungan diterjunkan.
|
EditorCaroline Damanik

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Diduga terlibat pembunuhan terhadap dua orang, Pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yakni Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ditangkap polisi, Kamis (22/9/2016).

Dia ditangkap di padepokan di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dalam penggerebekan yang melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan polisi dan TNI.

Para petugas menaiki puluhan kendaraan mengenakan rompi anti peluru dan bersenjata lengkap. Kendaraan barakuda, mobil taktis, water canon dan truk polisi juga berada di lokasi.

Para santri sempat berupaya mencegah penangkapan oleh polisi. Namun polisi bersikap tegas. Polisi lalu mendobrak pintu rumah Kanjeng. Polisi tak menemukan Kanjeng.

Setelah melakukan pencarian, Kanjeng yang mengenakan kaos ungu ditemukan di sekitar masjid padepokan. Kemudian Kanjeng digelandang ke mobil barakuda dan dibawa ke Markas Polda Jatim di Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Argo Yuwono mengatakan, Dimas Kanjeng dijemput paksa lantaran dipanggil tiga kali selalu mangkir. Dimas resmi menjadi tersangka kasus pembunuhan dan diduga menjadi otak pelaku. Yang bersangkutan juga jadi DPO Polda Jatim.

“Ya terpaksa kami jemput paksa. Dia diduga menjadi otak pembunuhan Abdul Gani, warga Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dan Ismail, warga Kabupaten Situbondo. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan bisa juga hukuman mati. Abdul Gani dan Ismail pernah jadi santri padepokan,” kata Argo.

Sejauh ini, lanjut Argo, polisi fokus pada kasus pembunuhan. Terkait laporan penipuan dan laporan lainnya, polisi melakukan pengembangan.

Kanjeng dikenal mampu mendatangkan uang secara gaib. Ditanya mengenai banyaknya personel yang diterjunkan, Argo menjelaskan bahwa penggerebekan dengan mengerahkan banyak personel berdasarkan perkiraan intelijen. Polisi berupaya agar penggerebekan dan penjemputan paksa berlangsung aman terkendali. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.