Kebakaran Hutan di Riau, Dua Perusahaan Sawit Jadi Tersangka

Kompas.com - 15/09/2016, 15:57 WIB
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di area persiapan perkebunan kelapa sawit PT Sontang Sawit Permai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Aparat Kepolisian Sektor Bonai Darussalam bersama personel pemadam dari PT Bina Daya Bentala, Sinar Mas Forestry Group, berupaya memadamkan api, Minggu (28/8/2016). KOMPAS/Syahnan RangkutiKebakaran hutan dan lahan terjadi di area persiapan perkebunan kelapa sawit PT Sontang Sawit Permai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Aparat Kepolisian Sektor Bonai Darussalam bersama personel pemadam dari PT Bina Daya Bentala, Sinar Mas Forestry Group, berupaya memadamkan api, Minggu (28/8/2016).
EditorCaroline Damanik

PEKANBARU, KOMPAS — Dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Provinsi Riau, yaitu PT SSP (Kabupaten Rokan Hulu) dan PT WSSI (Siak), ditetapkan sebagai tersangka kejahatan lingkungan oleh Kepolisian Daerah Riau.

Perusahaan tersebut diduga melakukan pembakaran dengan sengaja atau lalai dalam pencegahan kebakaran.

"Untuk PT WSSI, selain korporasi sebagai tersangka, kami juga menetapkan direktur utama perusahaan itu, OA, sebagai tersangka. Adapun untuk PT SSP kami baru menetapkan korporasinya sebagai tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Komisaris Besar Rivai Sinambela kepada pers, di Pekanbaru, Rabu (14/9/2016) sore.

Menurut Sinambela yang didampingi Kepala Bidang Humas Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo dan Kepala Subdirektorat IV Reskrimsus Ajun Komisaris Besar Ariwiyawan, modus membakar yang dilakukan dua perusahaan itu, yakni membuka areal baru. Luas lahan terbakar pada PT WSSI mencapai 80 hektar dan PT SSP 40 hektar.

"Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong yang sudah siap tanam," kata Rivai.

Dugaan kesengajaan dibakar di areal PT SSP lebih jelas. Perusahaan itu membuka lahan gambut dengan mengatur kanal yang disekat pada blok-blok berukuran sekitar 20 hektar. Pengaturan membuat kebakaran hanya terjadi pada blok tertentu, yaitu blok 18 dan 19.

"Untuk penyelidikan kebakaran pada lahan korporasi ini, kami mengikutsertakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tim ini akan melakukan pengecekan ke lapangan bersama tim ahli," kata Rivai.

Rivai menambahkan, setelah menetapkan sebagai tersangka, pihaknya segera melakukan pemberkasan perkara. Ia berjanji tidak akan ada lagi penghentian penyidikan seperti terhadap 15 perusahaan yang dilakukan sebelumnya.

"Saya ingin menjelaskan bahwa SP3 itu dibuat oleh direktur (Direskrimsus) sebelum saya. Di zaman saya tidak akan ada SP3. Polda Riau tidak main-main dalam kasus kebakaran lahan," kata Rivai Sinambela.

Akses terbatas

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X