Ada Anggapan Imunisasi Haram, Satu Kampung di Purwakarta Tolak Imunisasi

Kompas.com - 15/09/2016, 12:59 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Kampung Cijanggot, Desa Cisaladah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta menolak mengimunisasi anaknya. Mereka menganggap imunisasi haram.

"Ada anggapan imunisasi haram. Tapi sejak ada kejadian satu anak meninggal karena difteri, warga berbondong-bondong datang ke Posyandu," ujar Kepala Desa Cisaladah, Endang Supriadi di Purwakarta, Kamis (15/9/2016).

Endang menjelaskan, fatwa haram dikeluarkan salah satu tokoh di daerahnya beberapa tahun lalu. Sejak tokoh itu meninggal, anggapan haram mulai berkurang. Namun, dampak untuk tidak mengimunisasi anaknya masih terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta, Anne Hediana mengatakan, satu kampung tersebut terdiri dari 2 RT, dengan capaian imunisasi hanya 66 persen. Keberhasilan KB di kampung tersebut pun rendah.

Salah satu warga yang anaknya terkena difteri, berusia 45 tahun memiliki sembilan anak dan sudah mempunyai cucu. "Mereka tinggal di rumah yang kurang layak," tuturnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku selalu mensosialisasikan program imunisasi. Selain Posyandu, kerap dilakukan visiting. Namun, warga tetap tidak mau.

"Malah saat PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Agustus 2016 kemarin, mereka mengunci rumahnya. Petugas PIN berkeliling dan menggedor-gedor rumah warga, tidak ada yang keluar," terangnya.

Sebenarnya, sambung Dedi, jauh sebelum zaman refolusi, kampung ini memang berbeda. Mereka kerap menolak program pembangunan pemerintah karena berbeda dengan cara berpikir mereka.

"Program pembangunan relatif ditolak. Kalau ada spanduk berisi imbauan, langsung dicopot atau digunting," ucap dia.

Apalagi sejak zaman kepemimpinannya. Ada beberapa orang yang menganggap dirinya kafir sehingga tidak setuju dengan beberapa program pemerintah.

Berita sebelumnya, enam anak Kampung Cijanggot, Desa Cisaladah, Kacematan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta terserang difteri karena tidak mengikuti imunisasi DPT. Satu dari enam anak tersebut meninggal di RSHS Bandung.

Baca: Satu Anak Meninggal karena Difteri, Warga Serbu Posyandu



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X