Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/09/2016, 18:10 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com -Sejumlah dosen dan guru besar beberapa universitas di Sulawesi Selatan membahas soal kekisruhan di Kerajaan Gowa.

Diskusi tersebut digelar di Sisha Cafe Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa (13/9/2016).

Selain dosen, turut hadir sejarawan dan tokoh masyarakat di Sulsel dalam diskusi tersebut.

Diskusi tersebut dipandu Prof Adi Suryadi Culla yang merupakan pembuat surat petisi penolakan Bupati Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo sebagai Sombaya atau Raja Gowa.

Baca juga: Bupati Mau Jadi Raja, Pasukan Kerajaan Gowa Bentrok dengan Satpol PP

Dalam kata penganyarnya, Adi mengatakan, kisruh akibat keinginan Bupati Adnan menjadi raja Gowa harus segera diselesaikan. Hal itu agar kasus tersebut tidak berkepanjangan sehingga mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat Sulsel, khususnya warga Kabupaten Gowa.

"Tanpa memihak siapa pun, masalah ini harus didiskusikan. Nanti ada kesimpulan dalam pembahasan masalah di Kabupaten Gowa," katanya.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN), Prof Qasim Mattar meminta negara turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.

"Padahal ada aturannya, semua raja Gowa mempunyai garis keturunan. Negara harus turun tangan supaya tidak ribut terus di Gowa...Semua harus diselesaikan dengan baik, sehingga tidak terjadi konflik berkepanjangan," katanya.

Baca juga: Beredar Surat Petisi Penolakan Bupati Menjadi Raja Gowa

Pakar Hukum dari Universitas 45 Makassar, Prof Marwan Mas juga angkat bicara. Dia juga mempertanyakan soal Perda LAD yang diterbitkan oleh DPRD Gowa terkait penyerahan kerajaan Gowa ke pemerintah daerah.

"Perda LAD Gowa ini harus ada pengujian melalui yudicial review di Mahkamah Konstitusi. Apakah perda itu melanggar undang-undang lainnya. Harusnya yang dirugikan itu mengajukan ke MK. Kedua, pengujian melalui legislative review. Tidak ada anggota DPRD Gowa yang mau mengubah, karena harga diri. Meski didemo, DPRD Gowa tidak mau mengubah perda LAD," tuturnya.

Marwan Mas menambahkan, menteri dalam negeri juga harus turun tangan menangani permasalahan di Gowa.

"Mendagri harus juga menguji perda LAD. Kenapa ini bupati tidak tanya-tanya orang dulu," tambahnya.

Dalam diskusi itu, terjadi perdebatan panjang antar pro dan kontra atas keinginan Bupati Adnan menjadi Raja Gowa dan Perda LAD yang diterbitkan oleh DPRD Gowa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.