Konvensi Ketenagakerjaan Maritim 2006 Diharapkan Lindungi 570.000 Pelaut Indonesia

Kompas.com - 10/09/2016, 19:49 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri saat mengisi kuliah umum   di Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman GUPPI (UNDARIS) di Ungaran,   Kabupaten Semarang, Sabtu (10/9/2016). Kontributor Ungaran, Syahrul MunirMenteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri saat mengisi kuliah umum di Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman GUPPI (UNDARIS) di Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (10/9/2016).
|
EditorIcha Rastika

UNGARAN, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menyambut baik langkah DPR RI yang menyetujui RUU Pengesahaan Konvensi Ketenagakerjaan Maritim (Maritime Labour Convention) menjadi undang-undang.

Dengan disahkannya Konvensi Ketenagakerjaan Maritim 2006 tersebut, keberadaan 570.000 pelaut Indonesia diharapkan makin terlindungi.

(Baca juga: Industri Obat Tradisional Mampu Serap 15 Juta Tenaga Kerja)

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, pengesahan Konvensi Ketenagakerjaan Maritim 2006 tersebut mencerminkan komitmen yang kuat dari pemerintah maupun DPR dalam memenuhi hak-hak dasar bagi pelaut

"Pengesahan ini juga melindungi industri pelayaran nasional untuk dapat bersaing di dunia internasional serta memberikan kontribusi untuk menjadikan Indonesia poros maritim yang tangguh," kata Hanif usai memberikan kuliah umum di Undaris, Kabupaten Semarang, Sabtu (10/9/2016).

Konvensi Ketenagakerjaan Maritim 2006 tersebut, lanjut dia, merupakan bentuk tanggungjawab negara dalam memberikan kesejahteraan dan perlindungan bagi sekitar 570.000 pelaut Indonesia.

Dari 570.000 pelaut tersebut, 378.000 di antaranya berlayar dengan kapal asing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga menilai, konvensi tersebut memberikan kesempatan kerja bagi kurang lebih 10.000 lulusan sekolah pelaut setiap tahun sebagai pencari kerja yang akan bekerja di atas kapal.

"Indonesia akan mendapatkan apresiasi dari dunia Internasional karena memberikan perlindungan yang optimal bagi pelautnya," imbuh dia.

Konvensi Ketenagakerjaan Maritim 2006 merupakan standar ketenagakerjaan internasional yang telah diadopsi pada sidang ketenagakerjaan internasional ke-94 pada bulan Februari 2006.

Konvensi ini juga memperbaharui 3 konvensi ILO di bidang ketenagakerjaan maritim.

(Baca juga: Puluhan Warga Aceh Timur Demo PT Medco Tuntut Perekrutan Tenaga Kerja Lokal)

Sejak berlaku pada tanggal 20 Agustus 2013, sebanyak 79 negara meratifikasi konvensi ini,. Lima di antaranya adalah negara di wilayah ASEAN, yaitu Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

"Memang ini sangat bermanfaat, termasuk perlindungan bagi pelaut seperti pada kasus pelaut yang ditawan di Filipina," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.