Warga Parepare Antre Perekaman E-KTP hingga Malam

Kompas.com - 09/09/2016, 06:08 WIB
KOMPAS.com/ SUDDIN SYAMSUDDIN Disdukcapil Parepare melayani perekaman E-KTP hingga malam hari, Kamis (8/9/2016).

PAREPARE, KOMPAS.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, melayani perekaman kartu tanda penduduk elektronik hingga malam.

Di Parepare sendiri sekitar 35.000 warga belum melakukan perekaman e-KTP.

“Sekitar 35.000 warga yang belum melakukan perekaman. Sementara yang sudah melakukan perekaman sekira 14.000. Dalam melayani masyarakat, kita melakukan perekaman hingga dini hari, dan mengerahkan semua alat," jelas Nini Suryani, sekretaris Disdukcapil Kota Parepare, Sulawesi Selatan, di kantornya, Kamis (8/9/2016).

Menurut Nini, untuk melakukan perekaman e-KTP, warga rela mengantre hingga malam hari. Ini menandakan bahwa warga Parepare antusias ingin membuat e-KTP.


“Jika kita melihat warga datang tengah malam untuk melakukan perekaman dan tidak memiliki kendaraan, kita antar pulang sampai rumah. Hal ini kita lakukan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap warga," aku Nini.

Sementara itu, Heri, warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang datang untuk merekam e-Ktp mengaku sangat terbantu dengan pelayanan Disdukcapil Kota Parepare.

“Malam ini saya datang mulai pukul 20.00, hingga 22.00 selesai saya malah diantar oleh salah seorang petugas di Disdukcapil. Karena angkutan umum sudah tidak beroperasi di malam hari," kata Heri.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X