Kompas.com - 08/09/2016, 19:10 WIB
Aziz Hidayat (56) dan istrinya Titik Suyekti (52) Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaAziz Hidayat (56) dan istrinya Titik Suyekti (52)
|
EditorErlangga Djumena

BANTUL,KOMPAS.com - "Saya banyak menuai pelajaran, salah satunya belajar sabar."

Itulah yang diungkapkan Aziz Hidayat (56) dan istrinya Titik Suyekti (52) saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Kamis (8/9/2016), Jalan Imogiri Barat, Dusun Sudimoro, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Pasangan suami istri ini beberapa hari lalu baru saja pulang ke Tanah Air setelah gagal menunaikan ibadah haji karena terganjal paspor Filipina. Bahkan keduanya bersama ratusan orang lainnya sempat ditahan oleh otoritas negara Filipina.

Aziz dan Titik tidak pernah membayangkan niatnya untuk menunaikan ibadah haji justru berujung pada jeruji besi. Pasangan suami istri ini berserta 108 orang lainnya harus mendekam di penjara Filipina selama tujuh hari.

Aziz menuturkan, seusai menjalani pemeriksaan di Imigrasi selama satu hari penuh, ia dan rombongan lantas dibawa ke penjara Filipina. Saat di penjara itu, ia dan istrinya harus berpisah.

"Pisah, tapi alhamdulilah istri saya bersama perempuan lainya di blok berbeda ada AC-nya. Saya dipenjara bersama narapidana," ujarnya.

Ketika masuk ke dalam penjara, Aziz mengaku sangat syok. Sebab, lantainya beton dan kamar mandinya hanya dinding setengah badan. Kondisi itu belum pernah ia alami selama hidupnya.

Selama satu hari, rombongan yang masuk penjara harus menahan lapar karena tidak mendapatkan makanan dan minum.

"Tas kita kan sudah terbang. Ya puasa satu hari, sebenarnya beri roti sama yang di situ (narapidana), tapi kita tidak berani menerima, takut dipalak," ujarnya.

Satu hari tidak mendapatkan makanan, Aziz lantas berkenalan dengan salah satu narapidana satu blok yang ternyata anggota Abu Sayyaf. Lewat anggota Abu Sayyaf ini, Aziz membeli mi dan minum sebelum bantuan dari KBRI datang.

Aziz juga sempat membeli celana dari anggota Abu Sayyaf yang ada di bloknya karena kebetulan di saku celana masih ada uang. Sebab, celananya sudah kotor dan butuh yang tebal agar saat tidur tidak kedinginan.

"Saya minta tolong dicarikan celana ukuran sekian, lalu dikasih celana doreng. Saya beli minta 150 peso atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 300.000," kata Aziz.

Selama dalam penahanan, lanjutnya, KBRI terus berkoordinasi dengan pihak Filipina. KBRI juga lalu menyediakan makanan dan minuman. Hingga akhirnya setelah menjalani penahanan selama tujuh hari, mereka dibebaskan dan dibawa ke KBRI di Filipina. Setelah itu mereka diterbangkan pulang ke Indonesia.

Selama menjalani tahanan selama tujuh hari, Aziz banyak menuai pelajaran, bagaimana belajar sabar, saling membantu, dan menguatkan satu sama lain. "Belajar sabar itu pasti. Kami korban, dan satu nasib, satu bangsa itu yang membuat bertahan menghadapi musibah," paparnya.

Satu-satunya harapan saat dalam masa penahanan di Filipina adalah bisa bebas, kembali ke Tanah Air dan bertemu dengan anak-anak mereka.

"Yang penting saat ini kami sudah kembali dan bertemu anak-anak," urainya.

Ia berharap kejadian yang menimpanya dan rombongan tidak terulang kembali. Ia meminta pemerintah dapat berkomunikasi dengan warga agar tidak tertipu biro perjalanan dengan menjanjikan lebih cepat berangkat.

"Ke depan, kita tetap ingin naik haji, semoga diprioritaskan karena kami ini korban," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.