Jumlah Warga yang Ingin Rekam Data E-KTP Membeludak, Pelayanan Sabtu-Minggu Dibuka

Kompas.com - 08/09/2016, 10:06 WIB
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Ilustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak.

PONTIANAK, KOMPAS.com — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak membuka pelayanan khusus untuk proses perekaman KTP elektronik pada hari Sabtu dan Minggu.

Pelayanan di luar hari kerja ini sebagai antisipasi membeludaknya warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak, Suparma, mengatakan, pelayanan hari Sabtu dan Minggu dibuka mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB.

"Untuk hari kerja biasa tetap melayani warga untuk perekaman data e-KTP hingga sore hari," kata Suparma, Kamis (8/9/2016).


Pada jam kerja hari biasa, lanjut dia, pelayanan biasanya hanya berlangsung hingga pukul 15.15 WIB. Namun, untuk menyelesaikan perekaman data, pelayanan pun dilakukan di luar jam kerja.

“Memang jam kerja hanya sampai pukul 15.15 WIB, tetapi kalau masih ada warga yang ingin melakukan perekaman data, tetap kami layani hingga sore hari, biasanya hingga pukul 16.00 atau 17.00 WIB,” katanya.

Tidak hanya membuka pelayanan di luar hari kerja, pihaknya juga meluangkan waktu memberikan pelayanan di tempat bagi warga yang menderita sakit dan tidak memungkinkan untuk datang ke kantor camat ataupun disdukcapil.

Dia mempersilakan warga yang menderita sakit dan tidak bisa datang untuk merekam data e-KTP untuk menghubungi disdukcapil.

“Nanti petugas kami akan mendatangi rumah warga bersangkutan untuk direkam datanya. Kemarin ada yang sakit, lima orang yang menghubungi saya untuk direkam datanya karena mereka tidak memungkinkan datang langsung ke kantor,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada warga yang belum melakukan perekaman e-KTP untuk segera melakukannya. Bila tidak, maka dipastikan warga bersangkutan tidak bisa mengakses berbagai pelayanan publik, seperti pelayanan administrasi di pemkot, mengurus SIM, BPJS, pembukaan rekening bank, dan penerimaan bantuan-bantuan pemerintah.

Hal ini lantaran secara keseluruhan pelayanan publik sudah berbasis online dan sudah ada kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) dengan instansi lembaga pengguna.

Setiap segala urusan akan berdasarkan pada nomor induk kependudukan (NIK). Nanti akan dicek apakah NIK masuk dalam database kependudukan sehingga semua harus memiliki e-KTP.

“Saya yakin masyarakat Kota Pontianak dengan kesadarannya sendiri melakukan perekaman data e-KTP mengingat itu sangat diperlukan,” pungkasnya.

Suparma juga mengimbau warga supaya mengurus sendiri segala urusan administrasi kependudukan, seperti kartu keluarga dan e-KTP, tanpa melalui perantara atau calo.

“Tidak dikenakan biaya sepeser pun untuk mengurus itu, gratis,” ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X