PLTU Pertama di Indonesia Timur Resmi Beroperasi - Kompas.com

PLTU Pertama di Indonesia Timur Resmi Beroperasi

Kompas.com - 05/09/2016, 18:58 WIB
KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Senin (5/9/2016)

TERNATE, KOMPAS.com - Pembangkit Listrik Tenaga Uap pertama di wilayah Indonesia timur resmi beroperasi di Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Pengoperasian PLTU dengan mesin berkapasitas 2 x 7 MegaWatt itu ditandai dalam acara syukuran pengoperasian PLTU Tidore Unit 2 di Kelurahan Rum, Tidore Kepulauan, Senin (5/9/2016).

"PLTU ini untuk wilayah Maluku dan Papua merupakan yang pertama dan sukses. Di Ambon sampai saat ini belum selesai, sedangkan di Jayapura masih dalam penyelesaian," kata Direktur PT PLN (Persero) Regional Maluku-Papua Haryanto.

PLTU ini diharapkan mampu meningkatkan sistem kelistrikan di wilayah Tidore dan Ternate. Selain itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi faktor untuk menarik investor masuk ke Maluku Utara.

PLTU Tidore diperkirakan menghabiskan 30 ton batubara dalam waktu 10 sehari. Ini diklaim jauh lebih hemat dibanding penggunaan bahan bakar minyak.

Haryanto mengatakan, langkah ini sebagai komitmen PLN dalam menyukseskan program Nawacita dengan listrik berkapasitas 35.000 MW untuk seluruh Indonesia.

Di Maluku Utara, kata dia, ada sekitar Rp 10 triliun yang akan digelontorkan pemerintah pusat dalam 5 tahun ke depan untuk peningkatan kelistrikan.

Anggaran itu terdiri dari pembangunan pembangkit listrik baru 200 MW, 450 transmisi dengan 150 KW belum termasuk listrik desa.

Pembangkit listrik baru akan dibangun di beberapa daerah di Maluku Utara, di antaranya di Sofifi sebesar 10 MW, Tobelo 10 MW, Malifut 5 MW, Bacan 20 MW serta Sanana 15 MW.

"Di Maluku Utara, kami akui, masih ada mesin listrik beroperasi 12 jam. Secara umum tidak ada yang padam atau defisit, kami akui bahwa kalau ada cadangan itu pun sangat terbatas sehingga tidak dapat mengatasi jika ada gangguan," kata Haryanto.

Menurut dia, ada dua kemungkinan gangguan yang sering terjadi, yakni kekurangan tenaga pembangkit dan kondisi jaringan.

Untuk mewujudkan itu, akan dibangun transmisi di Halmahera mulai dari Tobelo, Malifut, Jailolo, Sofifi dan Maba dengan panjang 246 kilometer sirkuit. Saat ini proyek itu dalam proses perencanaan dan pembebasan lahan.

"Saat ini dalam studi penananaman kabel bawah laut dari Ternate ke Halmehera," kata Haryanto.

Syukuran pengoperasian PLTU Tidore unit 2 turut dihadiri Gubernur Maluku Utara, Forkopimda Maluku Utara serta Wali Kota Ternate dan Tidore Kepulauan.


EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X