Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Orang di Pontianak, Korbannya Asal Sukabumi

Kompas.com - 02/09/2016, 11:19 WIB
Para korban perdagangan orang yang akan diselundupkan ke Malaysia sebagai TKI ilegal saat diamankan di Mapolsek Pontianak Selatan (2/9/2016) KOMPAS.com/Yohanes Kurnia IrawanPara korban perdagangan orang yang akan diselundupkan ke Malaysia sebagai TKI ilegal saat diamankan di Mapolsek Pontianak Selatan (2/9/2016)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

PONTIANAK, KOMPAS.com - Unit Jatanras Polsek Pontianak Selatan menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat penampungan calon TKI ilegal di Jalan Tanjungpura Gang Bayu, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (1/9/2016) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam penggerebekan ini, kepolisian menangkap dua tersangka bernama Jamaludin (25) dan Nani (46). Polisi juga mengamankan empat orang calon TKI ilegal asal Sukabumi, Jawa Barat, yang akan diberangkatkan ke Sarawak, Malaysia, melalui Entikong.

Dari empat calon tenaga kerja ilegal tersebut, tiga di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Wakil Kepala Polsek Pontianak Selatan AKP Slamet Januari mengatakan, penggerebekan tersebut berdasarkan laporan dari Polres Sukabumi, Jawa Barat, dengan nomor LP/B/167/DV/2016/DAJABAR/RES SKJ terkait tindak pidana perdagangan orang yang melibatkan anak di bawah umur.

Laporan tersebut berasal dari orangtua salah satu calon TKI ilegal, yang melaporkan bahwa anaknya, DR (14), meninggalkan rumah pada Minggu (24/8/2016) dan dibawa oleh kedua tersangka ke Kalimantan.

Pelapor menghubungi korban dan mendapatkan kabar bahwa DR berangkat ke Kalimantan dengan alasan untuk bekerja di restoran dan diiming-imingi dengan gaji menggiurkan.

"Padahal korban hendak diberangkatkan ke negara Sarawak, Malaysia lewat jalur ilegal," kata Slamet, Jumat (2/9/2016).

Kepala desa setempat yang merupakan kerabat pelapor sempat mengantar korban sampai ke bandara di Jakarta tanpa sepengetahuan pelapor.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Jatanras melakukan serangkaian proses penyelidikan hingga mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada penampungan TKI di Jalan Tanjungpura, Pontianak.

"Petugas langsung mendatangi tempat tersebut dan menggeledah rumah penampungan dan mengamankan tersangka dan calon TKI tersebut," kata Slamet.

Keempat korban yang diamankan tersebut adalah N (25), E (17), R (17), dan DR (14).

Tersangka mengakui perbuatan tersebut dan polisi masih mendalami kasusnya.

Aparat Satuan Reskrim Polres Sukabumi akan datang hari ini untuk menjemput tersangka dan korban untuk diproses di Sukabumi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 Juli 2020

Regional
Tiga dari 10 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Tiga dari 10 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
Jadi Kurir Narkoba, Pria Ini Dikendalikan Napi Lapas Kedungpane Semarang

Jadi Kurir Narkoba, Pria Ini Dikendalikan Napi Lapas Kedungpane Semarang

Regional
Lagi, Dokter di Semarang Gugur karena Covid-19, Spesialis Kejiwaan RSI Sultan Agung

Lagi, Dokter di Semarang Gugur karena Covid-19, Spesialis Kejiwaan RSI Sultan Agung

Regional
Warga Semarang Bersepeda Makin Ramai tapi Jalur Khusus Malah Jadi Tempat Parkir

Warga Semarang Bersepeda Makin Ramai tapi Jalur Khusus Malah Jadi Tempat Parkir

Regional
Sekat Kanal Baru untuk Mencegah Karhutla Rusak, Ternyata Ulah Pencuri

Sekat Kanal Baru untuk Mencegah Karhutla Rusak, Ternyata Ulah Pencuri

Regional
Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ambon, Seluruh Keluarga Dinyatakan Negatif

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ambon, Seluruh Keluarga Dinyatakan Negatif

Regional
'Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan'

"Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan"

Regional
Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidoarjo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidoarjo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Regional
Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Regional
Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Regional
Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Regional
Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Regional
Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Regional
Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X