Kompas.com - 31/08/2016, 20:19 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Puluhan anggota Perkumpulan Taman Satwa Surabaya, Rabu (31/8/2016) bernostalgia di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Pihak yang mengklaim pendiri KBS ini ingin melihat dari dekat pengelolaan satwa KBS sejak diambil alih oleh Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Pemkot Surabaya dua tahun lalu. Kunjungan itu digelar Rabu ini karena bertepatan dengan 100 tahun berdirinya KBS.

"Kita ingin cek, seberapa serius PDTS mengelola satwa KBS. Ternyata tidak seluruhnya satwa sejahtera, banyak kandang yang disekat sehingga terlalu sempit untuk satwa," kata Pengawas Perkumpulan Taman Satwa Surabaya, Wuri Rukmiwati, Rabu.

Baca juga: Proses Hukum Mandek, IPW Laporkan Kasus KBS ke Mabes Polri

Karena itu, pihaknya kini tengah menggugat Kementerian Kehutanan yang memberikan izin Lembaga Konservasi kepada Pemkot Surabaya melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.

Ketua Perkumpulan Taman Satwa Surabaya, Deni Trisyanto, mengatakan, sampai hari ini proses hukum terus berjalan di PTUN Surabaya.

"Kami sudah 15 kali dipanggil sebagai saksi. Biar PTUN yang berhak menentukan siapa sebenarnya yang berhak mengelola KBS," jelasnya.

Yang pasti, kata dia, sampai saat ini tidak pernah ada serah terima aset dari perkumpulan ke PDTS, tiba-tiba izin lembaga konservasi turun kepada PDTS pada 2014 lalu. Izin LK sebelumnya pernah dikantongi KBS, tetapi pada 2010 kembali dicabut menyusul konflik internal pengelola yang berdampak pada menurunnya kualitas pengelolaan kebun binatang terbesar dan terlengkap koleksinya se-Asia Tenggara itu.

Baca juga: Komodo KBS Mati Diduga akibat Gangguan Pencernaan

Pada Februari 2014, izin prinsip Lembaga Konservasi kembali turun untuk KBS melalui PDTS, karena dianggap sudah memenuhi fasilitas perlindungan satwa dan pengunjung yang sudah memadai. 

Secara terpisah, Pjs Direktur Utama PDTS Surabaya, Aschta Boestani Tajudin, mengaku tidak begitu mempersoalkan proses hukum yang berjalan di PTUN. Yang jelas, menurut dia, di usia 100 tahun KBS, pihaknya akan bangkit mengelola KBS melalui manajemen kebun binatang modern yang berazaskan etika dan prinsip kesejahteraan satwa, serta berusaha untuk mengembalikan ikon Surabaya untuk kembali berpengaruh dalam konservasi satwa. 

"Usia 100 tahun adalah momentum untuk melakukan pembenahan KBS yang berwawasan konservasi, menyediakan akses untuk edukasi dan taman rekreasi yang sehat," jelasnya. 

KBS didirikan atas SK Gubernur Jenderal Belanda Nomor 40 pada tanggal 31 Agustus 1916 dengan nama Soerabaiasche Planten-en Dierentuin atas jasa seorang jurnalis kolonial bernama HFK Kommer yang memiki ketertarikan terhadap satwa dan alam. 

Di Indonesia hanya tercatat tiga kebun binatang yang memiliki usia tua selain KBS, yaitu Taman Margasatwa Ragunan Jakarta dan Kebun Binatang Sriwedari, Solo.

Kebun binatang ini memiliki sejarah panjang penuh pergolakan dan sempat terkenal sebagai salah satu kebun binatang terlengkap dengan komposisi satwanya pada tahun 1980-an. Namun pada tahun 2000, KBS pernah mendapat gelar tidak sedap, yakni sebagai Zoo of Death (kebun binatang kematian) karena angka kematian yang sangat fantastis pada Periode 2006-2009, hingga seluruh dunia mengecam KBS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.