Kompas.com - 30/08/2016, 18:09 WIB
|
EditorErlangga Djumena

SALATIGA, KOMPAS.com - Puluhan warga Dusun Ngadimulyo, Desa Karangtengah, Tuntang, Kabupaten Semarang kembali menggelar aksi blokir jalan akses alat berat menuju proyek tol Bawen-Salatiga, Selasa (30/8/2016).

Mereka menuntut kompensasi longsor jalan tol yang merusak lahan pertanian dan belasan kolam ikan warga yang tidak kunjung dibayar.

Aksi yang sama sebelumnya pernah dikakukan oleh warga pada Juli 2016 lalu.

Kades Karangtengah, Purwoko mengatakan, warga kembali berdemo karena lahan pertanian seluas satu hektar serta 12 kolam ikan air tawar milik warga terkena longsoran lumpur proyek tol.

"Janjinya sebelum akhir Agustus 2016 selesai, tetapi sampai saat ini janji tersebut belum dipenuhi," kata Purwoko.

Berdasarkan hitung-hitungan pihak desa bersama masyarakat, kerugian akibat longsoran material proyek tol tersebut mencapai Rp 1 miliar. Akibat longsoran tersebut, lahan pertanian dan kolam ikan warga tidak bisa dimanfaatkan karena hingga saat ini masih terendam lumpur.

"Kami minta janji-janjinya cepat direalisasikan, agar warga bisa kembali beraktivitas," ujarnya.

Aksi blokir jalan tersebut hanya berlangsung beberapa saat dengan penjagaan ketat dari aparat TNI dan Polri. Pihak Muspika Tuntang dan Pabelan ikut mendampingi warga selama proses mediasi dengan kontraktor tol, yakni PT Pembangunan Perumahan (PP).

"Kami hanya membantu memediasi, karena bagaimanapun juga tol ini proyek negara," kata Camat Tuntang, Gunadi.

Sementara itu Perwakilan PT PP, Adi Indra mengatakan, longsoran material tanah lumpur di STA 30+400 tol Bawen-Salatiga tersebut diduga karena faktor alam. Yakni intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini.

Pada saat itu, posisi tanah di lokasi berupa timbunan. Ketika hujan turun, tanah perengan longsor menutup sawah dan kolam warga. "Siapa yang menyangka musim kemarau ada hujan deras seperti itu," kata Adi.

Ia menambahkan, dari pertemuan tersebut telah dicapai kesepakatan yang dituangkan dalam sebuah berita acara. Isinya antara lain, bahwa tuntutan kompensasi warga akan dibayarkan dalam dua tahap. Yakni pada 3 September 2016 dan 8 Oktober 2016.

"PT PP secara moral, pada prinsipnya akan meringankan beban masyarakat," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.