Kompas.com - 30/08/2016, 12:38 WIB
Kapolsek Dau Kompol Supari (kiri) saat menunjukkan pelaku penipuan terhadap calon jamaah haji Ahmad Sufandi (kanan) di Mapolsek Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (30/8/2016) Kontributor Malang, Andi HartikKapolsek Dau Kompol Supari (kiri) saat menunjukkan pelaku penipuan terhadap calon jamaah haji Ahmad Sufandi (kanan) di Mapolsek Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (30/8/2016)
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Aparat Polsek Dau, Kabupaten Malang, mengamankan seorang guru yang diduga melakukan penipuan calon jemaah haji, Senin (29/8/2016).

Dalam aksinya, pelaku mengaku bisa memajukan antrean haji hingga bisa berangkat pada tahun 2017 asalkan memberi sejumlah uang. Pelaku diketahui bernama Ahmad Sufandi warga Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Kapolsek Dau Kompol Supari mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban. Ketika itu, korban merasa curiga terhadap tingkah pelaku dan melaporkannya ke pihak Polsek.

"Ada seseorang yang melapor bahwa ada petugas dari Kemenag yang mengaku bisa memajukan kuota haji degan imbalan uang," katanya di Mapolsek Dau, Selasa (30/8/2016).

Selama menjalankan aksinya, pelaku memakai seragam keki. Pelaku mendatangi kediaman korban dan mengaku sebagai pegawai di KUA setempat. Namun setelah diselidiki, pengakuan pelaku tersebut palsu.

"Setelah kami konfirmasi (ke Kemenag) bukan karyawan situ," ujar Kapolsek.

Sementara ini, polisi baru mendapatkan enam korban. Masing - masing korban dimintai uang bervariasi. Mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 7,5 juta. Kerugiaan sementara yang didapat polisi berjumlah total Rp 30 juta.

"Nanti kita kembangkan mereka-mereka yang merasa jadi korban kita mimtai keterangan," ungkapnya.

Sementara itu, pelaku melakukan aksi penipuan itu karena terlilit hutang. "Buat keperluan sehari-sehari dan kejepit utang," kata pelaku.

Saat ini, pelaku mengaku sedang menjalankan kuliah S3 di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang. Selain itu, pelaku juga tercatat sebagai guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Malang.

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa ID card (tag name) Kemenag Kabupaten Malang atas nama pelaku yang diduga palsu, buku tabungan Bank Mandiri, surat tugas layanan dan pemberitahuan haji, buku kuitansi dan buku nikah atas nama salah satu korban.

Selain itu, polisi juga mengamankan SK pendaftaran haji atas nama Sri Lestari, enam lembar KTP korban, 4 lembar KK milik korban, satu stel baju dinas atas nama korban dan flashdisk. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 263 KUHP pemalsuan surat-surat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X