Wali Kota Bogor Kembali Dilaporkan atas Dugaan Perusakan Tempat Hiburan

Kompas.com - 29/08/2016, 09:12 WIB
Gunawan Hasan bersama kuasa hukumnya menunjukkan tanda bukti lapor Bareskrim atas tuduhan pengrusakan barang dan kejahatan jabatan yang dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHGunawan Hasan bersama kuasa hukumnya menunjukkan tanda bukti lapor Bareskrim atas tuduhan pengrusakan barang dan kejahatan jabatan yang dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BOGOR, KOMPAS.com - Pengusaha tempat karaoke dan restoran Nada Lestari Gunawan Hasan kembali melaporkan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ke Polri atas tuduhan perusakan barang pribadi dan kejahatan jabatan.

Gunawan mengatakan, laporan tersebut resmi dilayangkan kepada Kapolri pada 17 Agustus 2016 dan ditembuskan ke Bareskrim Polri.

Ia melapor ke Polri karena menganggap penyidik Polda Jawa Barat yang menangani kasus tersebut lamban menyelesaikan perkaranya. Kasus itu sudah pernah dilaporkan ke Polda Jabar sekitar delapan bulan lalu, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan.

"Progres ada, tapi lamban. Setelah kami cermati, ternyata ada budaya sungkan. Mungkin karena terlapor adalah pejabat daerah," ujar Gunawan, Minggu (28/8/2016).

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polri pada 11 Januari 2016 dalam surat tanda bukti lapor bernomor TBL/21/1/2016/Bareskrim. Oleh Polri, laporan tersebut dilimpahkan ke Polda Jabar.

Pada 11 Februari 2016, enam penyidik Polda Jabar mendatangi tempat usahanya di Kompleks Pertokoan Cilendek, Semplak, Kota Bogor, untuk melakukan gelar perkara atas dugaan perusakan oleh Wali Kota Bogor bersama Satpol PP Kota Bogor dalam sebuah razia tempat hiburan.

Menurut Gunawan, Polda Jabar semestinya melaksanakan kaedah yang perlu, yakni prosedur pemanggilan atau penyidikan terhadap kepala daerah dan wakilnya berdasarkan Pasal 36 (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah sesuai UU Nomor 8 Tahun 2005.

"Intinya, kasus ini supaya ditarik kembali ke Mabes Polri karena kami melihat penanganan kasus lamban. Bila perlu, penyidik Mabes menyidik Polda Jabar," kata dia.

Gunawan sudah pernah dikonfrontasi dengan Bima Arya di Polda Jabar dan bersepakat untuk damai. Namun, ia menilai tidak ada tindak lanjut realisasi dalam kesepakatan itu.

"Tujuan saya kan dari awal ingin membuka tempat usaha. Tidak ingin cari musuh, tidak ingin cari ribut. Jadi pengusaha yang baik sajalah. Semua proses izin juga sudah kita lalui, kok," kata dia.

Pada 23 Desember 2015, tempat usaha restoran dan karaoke Nada Lestari di Jalan Brigjen Saptaji, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, didatangi oleh beberapa anggota Satpol PP yang dipimpin langsung oleh Bima. Mereka masuk ke ruang karaoke dan menggeledah setiap lantai dan ruangan yang ada.

"Kalau dibilang usaha saya menjual miras ataupun menyediakan pemandu lagu, mana buktinya. Saat sidak tidak ditemukan kan," kata Gunawan.

Penggrebekan itu dinilai tanpa izin dan tanpa alasan jelas. Dalam rekaman CCTV, terlihat Bima Arya memerintahkan untuk mendobrak pintu ruang kerja Gunawan yang terkunci dan mengakibatkan kerusakan pada pintu dan engselnya terlepas.

(Baca juga Bima Arya Dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Pengusaha)

Kompas.com masih mengupayakan konfirmasi terhadap Bima terkait masalah tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X