Kompas.com - 29/08/2016, 07:33 WIB
Pekerja memasang kertas pada mesin cetak di percetakan Arnoldus, di jl Nusa Indah, Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat (6/8/2016). Berdiri tahun 1926, percetakan ini masih beroperasi sampai sekarang dan masih mengoperasikan sebagian kecil mesin buatan sekitar tahun 1920-an buatan Jerman. KOMPAS/DANU KUSWOROPekerja memasang kertas pada mesin cetak di percetakan Arnoldus, di jl Nusa Indah, Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat (6/8/2016). Berdiri tahun 1926, percetakan ini masih beroperasi sampai sekarang dan masih mengoperasikan sebagian kecil mesin buatan sekitar tahun 1920-an buatan Jerman.
EditorLaksono Hari Wiwoho

KOMPAS - Mesin-mesin tua berumur hampir 100 tahun menderu di tengah kesibukan ruang produksi Percetakan Arnoldus, Jumat (5/8/2016). Di tengah desakan mekanisasi modern, percetakan terbesar dan tertua di wilayah Indonesia bagian timur itu tetap bertahan dan seolah tidak lelah menghasilkan karya-karya pencerah dan pembangun.

Semangat itulah yang sejak awal dihidupkan Pater Petrus Noyen SVD saat membangun percetakan di Jalan Nusa Indah, Ende, Nusa Tenggara Timur, 90 tahun silam. Banyak pemikiran dan karya tulis kalangan rohaniwan yang ingin diperbanyak dan diperluas bagi masyarakat.

Pada tahun 1926, Pater Petrus mendatangkan sejumlah mesin cetak dari Jerman. Biarawan setempat diberdayakan mengurusi seluruh aktivitas di percetakan, mulai dari proses pracetak, pemasangan pelat cetak, pencetakan, penjilidan buku, hingga distribusi buku. Cetakan pertama dikerjakan pada 21 Juni 1926 berupa buku doa yang disusun dalam bahasa Melayu berjudul Sende Aus yang berarti 'utuslah'.

Awalnya percetakan ini mengemban misi membantu pewartaan gereja lokal di Flores. Percetakan ini kemudian terus berkembang, tidak hanya mencetak karya rohani, tetapi juga menerbitkan berbagai karya publikasi umum. Semua aktivitas ini mula-mula dikelola biro naskah, yang selanjutnya menjadi embrio cikal bakal lahirnya Penerbit Nusa Indah.

Pengelolaan Arnoldus semula berada dalam unit perusahaan PT Arnoldus Nusa Indah (ANI). Usaha ini melayani percetakan untuk wilayah Pulau Flores dan sekitarnya, namun dalam perkembangannya terus memperluas diri.

Perusahaan selanjutnya dikelola oleh Serikat Sabda Allah, sebuah perkumpulan religius dan misionaris Katolik yang dikenal dengan Societas Verbi Divini (SVD). Nama Arnoldus diambil dari nama Santo Arnoldus Janssen, pendiri ordo SVD. Pemilihan nama Arnoldus diyakini menjadi pelindung percetakan.

Hingga 1970-an, Arnoldus terus berkembang sebagai pencetak terbesar karya di bidang kerohanian, sastra, kehidupan, kamus bahasa, dan pertanian di seluruh wilayah Indonesia bagian timur. Mesin-mesin itu rata-rata berkapasitas produksi 10.000 eksemplar per jam. Selain mesin cetak, ada pula mesin potong kertas, mesin pencetak sampul buku, mesin pelipat, hingga mesin jahit kertas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu buku terbitan Nusa Indah yang melegenda adalah buku pelajaran berjudul Tata Bahasa Indonesia karangan Prof Dr Gorys Keraf. Buku yang terbit pertama tahun 1970 ini disebut-sebut sebagai buku tata bahasa terlaris. Buku itu juga menjadi buku pegangan pelajaran Bahasa Indonesia di seluruh Indonesia sekaligus menggantikan buku serupa karangan Sutan Takdir Alisjahbana.

Sejumlah karya tokoh-tokoh sastra Nusantara juga dicetak dan diterbitkan di sana, seperti Gerson Poyk, Korrie Layun Rampan, Linus Suryadi AG, Pamusuk Eneste, dan Arswendo Atmowiloto.

ANI juga mengembangkan sejumlah unit usaha lain. Selain Penerbit Nusa Indah, hadir kemudian harian Flores Pos, toko buku, bengkel kayu dan besi, serta sanggar rekaman lagu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.