Menteri Siti Kagum Penanganan Kebakaran Lahan di Kalsel

Kompas.com - 28/08/2016, 06:19 WIB
Helikopter Super Puma yang dikerahkan oleh Sinar Mas Forestry menjatuhkan bom air dalam upaya membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (15/3/2016). TRIBUN PEKANBARU / MELVINAS PRIANANDAHelikopter Super Puma yang dikerahkan oleh Sinar Mas Forestry menjatuhkan bom air dalam upaya membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (15/3/2016).
EditorSandro Gatra

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengaku kagum dengan upaya koordinasi dan inovasi tim koordinasi penanganan kebakaran hutan-lahan di Kalimantan Selatan yang dilakukan dengan sangat baik.

Menurut Menteri Siti, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan ternyata jauh lebih baik dibanding laporan yang disampaikan ke dirinya setiap hari.

"Setiap hari saya mendapatkan laporan tentang penanganan peristiwa kebakaran hutan dan lahan, ternyata kenyataan di lapangan jauh lebih indah dari yang dilaporkan," kata Menteri Siti saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu (27/8/2016), seperti dikutip Antara.

Ia mengungkapkan rasa bangga dan haru, terhadap kerja keras dari seluruh tim operasi terpadu, baik itu korem, Badan Penanggulangan Bencana, kepolisian, pemda, dan pihak lainnya yang terus berupaya keras untuk mencari terobosan pemadaman kebakaran lahan.

Menteri Siti memberi contoh adanya mesin pemadam gendong dan mobil modifikasi yang memudahkan menuju lokasi kebakaran.

Hal itu merupakan inovasi untuk melakukan antisipasi terjadinya pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

"Saya rasa Kalsel termasuk provinsi yang sudah sangat baik mengantisipasi dan menangani persoalan Karhutla ini. Saya harap ini terus dikembangkan dan dilaksanakan oleh seluruh pihak terkait," katanya.

Siti Nurbaya sangat menghargai kebijakan Bupati Tanah Laut, yang mengucurkan dana APBD untuk mobil pemadam kebakaran satu kecamatan satu mobil.

Kebijakan tersebut, kata dia, akan sangat membantu kinerja tim koordinasi Karhutla dalam menanganai kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di masing-masing daerah.

"Saya rasa dua hal penting untuk mengurangi masalah kebakaran lahan adalah kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan pertanian dan penegakan hukum, ternyata masalah inovasi teknologi pemadaman juga sangat penting, sebagaimana yang dilakukan tim Kalsel," katanya.

Ia juga mengungkapkan, penanganan antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Kalsel, dinilai jauh lebih dan berhasil menurunkan angka titik api cukup signifikan.

"Kalsel termasuk daerah yang bisa mengatasi titik api dengan baik, bahkan jumlahnya mengalami penurunan cukup tajam, ada yang turun hingga 90 persen lebih, saya rasa ini cukup baik," katanya.

Upaya-upaya tersebut, kata dia, harus terus disebarkan dan ditularkan ke daerah lain.

"Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada Manggala Agni, Korem, Pemda dan seluruh pihak terkait, atas upaya dan kerja kerasnya, sehingga jumlah titik api Kalsel terus menurun," katanya.

Baca tentang


Sumber ANTARA
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X