Kompas.com - 27/08/2016, 17:48 WIB
Dialog antara penyiar RRI Wamena dan pekerja sosial dari dua organisasi yang didatangi salah satu oknum polisi. IstimewaDialog antara penyiar RRI Wamena dan pekerja sosial dari dua organisasi yang didatangi salah satu oknum polisi.
|
EditorFarid Assifa

WAMENA, KOMPAS.com - Seorang oknum polisi diduga menerobos masuk saat kegiatan dialog antara penyiar RRI dan organisasi Forum Masyarakat Jayawijaya dan Sepegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP) serta Yayasan Teratai Hati Papua di Wamena pada Jumat (26/8/2016) kemarin.

Ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam dialog yang mengangkat program Sang Inspirator ini, yakni Ketua FMJ-PTP Mully Wetipo, Sekretaris FMJ-PTP Yance Itlay, dan Ence Geong selaku fasilitator Yayasan Teratai Hati Papua.

Penyiar yang bertugas memandu program ini adalah Ilham Aditjori. Program ini biasanya berlangusung setiap hari Jumat. Dialog direncanakan berlangsung dari pukul 16.00 sampai pukul 17.00 WIT.

Dialog ini membiacarakan tentang peranan advokasi dari FMJ-PTP Yayasan Teratai Hati Papua terkait sejumlah masalah sosial di Jayawijaya. Misalnya melambungnya harga BBM seperti premium yang berkisar Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per liter pada tahun lalu.

Ketika dialog sedang berlangsung sekitar pukul 16.16 WIT, tiba-tiba masuklah dua orang itu ke ruangan. Salah satu oknum dengan menggunakan seragam polisi berinisial DT berdiri di belakang ketiga narasumber. Sementara salah seorang temannya yang menggunakan pakaian preman langsung memotret para narasumber.

Para narasumber dan penyiar kaget dengan kedatangan dua orang itu. Kedua oknum tersebut berada di dalam ruangan sekitar lima menit. Mereka pun keluar tanpa berbicara apapun dengan narasumber dan penyiar.

Mully saat dihubungi pada Sabtu (27/8/2016) mengatakan, masuknya kedua oknum merupakan bentuk intimidasi terhadap media dan pekerja sosial.

“Kami meminta agar Dewan Pers dan pimpinan polres setempat menindaklanjuti masalah ini sehingga oknum anggota tersebut tak mengulangi perbuatannya,” harap Mully.

Kepala RRI Wamena, Anwar Imran ketika dikonfirmasi mengakui tak melihat kejadian tersebut. Namun, ia telah mendapatkan laporan terkait masalah itu.

“Biasanya, ada anggota polisi atau TNI yang turut mendokumentasikan kegiatan dialog di RRI ketika Kapolres atau Dandim yang menjadi narasumber. Kalau dalam dialog kemarin, saya juga tidak tahu ada anggota yang turut masuk ke dalam ruangan dialog,” ungkap Anwar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X