Lepaskan Jabatan Manajer di Perusahaan Asing, Pria Ini Memilih Jadi Petani

Kompas.com - 22/08/2016, 15:27 WIB
Aluysius Adiyo Agung (42), mantan petinggi perusahaan asing yang banting stir menjadi petani. KOMPAS.com/ WISMABRATAAluysius Adiyo Agung (42), mantan petinggi perusahaan asing yang banting stir menjadi petani.
|
EditorFarid Assifa

KLATEN, KOMPAS.com — Jabatan sebagai manajer di sebuah perusahaan asing terkenal di Indonesia tidak membuat seorang pria asal Klaten berhenti mengejar mimpi untuk menjadi petani.

Usia masih tergolong muda dan perjalanan karier masih panjang serta menjanjikan, semuanya dilepas hanya demi mengolah sawah. Dia memilih bermandi keringat dengan mengayun pacul di ladang. Setelan jas ataupun sepatu mengilap yang biasa dikenakan untuk bekerja kini sudah ditinggalkan.

Pria itu bernama Aluysius Adiyo Agung (42), mantan Kepala Seksi Product Planning Control (PPO) PT Indonesia Stanley Electric di Tangerang.

Alumnus Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Solo tersebut menceritakan, meniti karier di PT ISE tersebut dimulai tahun 2002. Selama berkarier di perusahaan yang bergerak dalam penyediaan suku cadang kendaraan roda dua dan empat tersebut, Agung mendapat kepercayaan besar dari perusahaan sehingga menjadi percontohan bagi anak perusahaan Stanley lainnya.

"Sangat mapan dan karier saya waktu itu masih akan terus menanjak seiring dengan kepercayaan yang diberikan oleh perusahaan," kata Agung, Rabu (17/8/2016).

Agung menjelaskan, keputusan untuk keluar dari perusahaan dan menjadi petani bukanlah hal yang mudah. Salah satunya adalah meyakinkan keluarganya bahwa menjadi petani juga bisa memberikan kemapanan baik secara finansial maupun kepastian hidup.

Agung lebih jauh menjelaskan alasan dirinya memilih pulang kampung di Klaten, dan menjadi petani di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah.

"Saya tidak memiliki background pertanian, latar belakang keluarga saya pun bukan petani. Namun, saat setiap kali saya pulang ke Klaten, saya selalu memendam tanya, kenapa petani yang saya lihat selalu sudah berusia lanjut, bukan pemuda," jelasnya.

"Saat mencoba mencari tahu, kenyataannya sungguh mengagetkan saya. Kebanyakan mereka pun hanya buruh tani. Penghasilannya pun tak seberapa untuk menyambung hidup," lnjut Agung.

Setelah itu, di sela mengemban jabatan sebagai manajer dengan waktu terbatas, Agung mencoba belajar cara menanam padi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembunuh Penghuni Rusun di Makassar Ditangkap, Motifnya Cemburu

Pembunuh Penghuni Rusun di Makassar Ditangkap, Motifnya Cemburu

Regional
Bertambah 12 Orang, Prajurit TNI Terpapar Corona Jadi 23

Bertambah 12 Orang, Prajurit TNI Terpapar Corona Jadi 23

Regional
Dituduh Jadi Pelakor, Wajah Gadis 17 Tahun Ini Nyaris Disilet

Dituduh Jadi Pelakor, Wajah Gadis 17 Tahun Ini Nyaris Disilet

Regional
Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

Regional
Dua Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Tasikmalaya Ditangkap

Dua Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Tasikmalaya Ditangkap

Regional
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans di Minahasa Utara

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemukulan Sopir Ambulans di Minahasa Utara

Regional
Berjalan Dua Pekan, Simulasi Belajar Tatap Muka di Jateng Masih Dievaluasi

Berjalan Dua Pekan, Simulasi Belajar Tatap Muka di Jateng Masih Dievaluasi

Regional
Korban Ketiga Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai Cicatih

Korban Ketiga Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan di Sungai Cicatih

Regional
Machfud Arifin: Pak Jokowi Saat Pilpres 2014 Juga Nomor 2, Ini Seperti Pertanda

Machfud Arifin: Pak Jokowi Saat Pilpres 2014 Juga Nomor 2, Ini Seperti Pertanda

Regional
Bantu Siswa Belajar Online, Pemkot Padang Buat Program Gabunet dan Wifi Gratis

Bantu Siswa Belajar Online, Pemkot Padang Buat Program Gabunet dan Wifi Gratis

Regional
Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah

Regional
Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Kenal di Medsos, Helfa Dibunuh Teman Kencan karena Menolak Berhubungan Badan, Ini Kronologinya

Regional
Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Nomor 1 dan Bajo Nomor 2

Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Nomor 1 dan Bajo Nomor 2

Regional
Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Polisi Panggil Penyelenggara Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Tegal

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi: Awalnya Izin Pakai Panggung Kecil, tetapi...

Wakil Ketua DPRD Tegal Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi: Awalnya Izin Pakai Panggung Kecil, tetapi...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X