Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/08/2016, 23:59 WIB
|
EditorSabrina Asril

SUKABUMI, KOMPAS.com - Jelang Ciletuh Geopark Festival (CGF) 2016, seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dikabarkan muncul di sekitar dermaga Pantai Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu kemarin.

Satwa peninggalan jaman purba ini kabarnya telah muncul ke perairan laut sejak sepekan terakhir ini. Namun, kemunculan buaya ini informasinya sudah biasa dan tidak membuat panik nelayan dan warga setempat.

''Warga nelayan bisanya menyebut buaya legenda,'' kata Koordinator Wilayah Selatan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan saat dihubungi Kompas.com melalui telepon genggamnya, Minggu malam.

Menurut Dadang, buaya legenda ini sudah menjadi sahabat para nelayan Ujung Genteng dan para penyelam lokal. Semuanya ada tiga ekor, masing-masing satu ekor berukuran panjang sekitar lima meter dan yang dua ekor berukuran tiga hingga empat meter.

''Tidak membahayakan, yang penting tidak diganggu,'' ujar Dadang.

''Saya juga lahir di Ujung Genteng hingga usia 40 tahun ini belum pernah mendengar ada kecelakaan berhubungan dengan buaya, apalagi manusia dimakan buaya,'' tambah dia.

Dadang menuturkan buaya yang terlihat pada Sabtu kemarin di sekitar dermaga Ujung Genteng. Biasanya, buaya-buaya itu terlihat di habitatnya di sekitar hutan lindung sebelah timur dermaga Ujung Genteng.

''Yang kemarin terlihat di dermaga itu buayanya berukuran panjang sekitar empat meter. Kalau biasanya lintasan buaya itu antara hutan lindung Ujung Genteng ke arah barat ke pantai Pasir Putih atau Muara Cipanarikan,'' tutur dia.

Buaya-buaya itu, lanjut Dadang, biasanya juga bisa terlihat di pantai sekitar hutan lindung, tepatnya di Pantai Seroan. Lantaran di Pantai Seroan itu terdapat batu yang dijadikan sebagai tempat berjemur buaya, warga setempat menyebutnya sebagai Batu Mandi.

''Di Batu Mandi ini selain tempat singgah buaya, juga sering disinggahi Hiu Bentang yang panjangnya berukuran sekitar 15 meter,'' imbuh Dadang.

Diharapkan Dadang dengan kemunculan buaya muara ini di sekitar pantai Ujung Genteng dapat menarik minat para wisatawan karena peristiwa tersebut sangat langka.

''Semoga bisa menarik bagi wisatawan, terutaman wisatawan minat khusus ,'' harap dia.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.