Ada Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Mendikbud Akan Dimintai Keterangan

Kompas.com - 19/08/2016, 17:09 WIB
Direktur LBH Peka Luqman Wahyudi saat menunjukkan salinan status akun facebook yang dianggap mencemarkan nama baik Mendikbud Muhadjir Effendy di Mapolres Batu, Kamis (18/8/2016) Kontributor Malang, Andi HartikDirektur LBH Peka Luqman Wahyudi saat menunjukkan salinan status akun facebook yang dianggap mencemarkan nama baik Mendikbud Muhadjir Effendy di Mapolres Batu, Kamis (18/8/2016)
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Jajaran Polres Batu, Jawa Timur, belum menerbitkan surat laporan terkait adanya laporan dugaan mencemaran nama baik terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Sebab yang melaporkan dugaan pencemaran nama baik tersebut bukan yang bersangkutan secara langsung.

"Pengaduan dari LBH Peka sudah kita terima. Kita belum bisa menerbitkan laporan karena undang-undang menuntut yang melaporkan adalah pihak yang merasa dirugikan," kata Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata saat dihubungi, Jumat (19/8/2016).

Sejumlah warga yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum Pemberdayaan Masyarakat untuk Keadilan (Peka) melaporkan pemilik akun facebook atas nama "Pak Brow Tomasoa" pada Kamis (18/8/2016).

Akun itu dianggap telah mengunggah kalimat tidak pantas, menyebarkan kebencian dan mencemarkan nama baik Mendikbud.

Meski belum menerbitkan surat laporan, Leonardus mengaku tetap akan menindak lanjuti adanya laporan tersebut, termasuk meminta keterangan dari Mendikbud apakah dirinya merasa dirugikan dengan adanya postingan tersebut atau tidak.

"Hanya menanyakan kepada yang bersangkutan (Mendikbud) apakah beliau merasa dirugikan atau diproses lebih lanjut. Kalau diproses lebih lanjut nanti akan diterbitkan surat laporan," ungkapnya.

Leonardus mengaku juga akan memintai keterangan saksi ahli untuk menindaklanjuti adanya laporan tersebut.

"Selanjutnya, kami akan periksa saksi ahli dan melakukan penyelidikan," ungkapnya.

Di dalam kalimat yang diunggah pada Senin (8/8/2016) pukul 20.04, pemilik akun mengkritik kebijakan Mendikbud soal full day school dengankalimat yang dinilai tidak pantas.

(Baca juga: Dianggap Cemarkan Nama Mendikbud, Pengguna Facebook Dilaporkan ke Polisi)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X