Kompas.com - 18/08/2016, 09:58 WIB
Burung pengelana dunia mulai memasuki wilayah Gorontalo, mereka datang berkelompok besar untuk mencar makan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka Rosyid AzharBurung pengelana dunia mulai memasuki wilayah Gorontalo, mereka datang berkelompok besar untuk mencar makan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka
|
EditorFarid Assifa

GORONTALO, KOMPAS.com -  Sudah enam ekor spesies burung migran ditemukan di persawahan masyarakat Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo pada Agustus ini.

Burung ini adalah Ibis Rokoroko (Plegadis falcinellus), Kedidi Jari Panjang (Calidris subminuta), Trinil Semak (Tringa glareola), Trinil Kaki Merah (Tringa totanus), Tinil Kaki Hijau (Tringa nebularia), dan Cerek Kalung Kecil (Charadrius dubius).

Burung-burung tersebut bergerombol hingga mencapai puluhan ekor di tengah sawah sambil mencari makan di lumpur.

“Sekarang adalah musim migrasi burung yang jenisnya suka di lahan basah seperti trinil dan kedidi. Mereka datang ke wilayah Gorontalo mulai bulan Agustus hingga Oktober,” kata Danny Rogi, penggiat lingkungan di Gorontalo, Kamis (18/8/2016).

Kedatangan burung migran ini membuat persawahan yang sedang digarap warga untuk ditanami padi dipenuhi burung. Burung-burung ini mencari makan di lumpur.

“Kalau membaca dari buku yang ada, burung migran ini adalah jenis pengembara. Misalnya Trinil Semak yang berbiak di Eropa bagian utara dan Asia utara, pada musim dingin mereka beramai-ramai terbang ke bumi bagian selatan hingga Australia, mereka menyinggahi banyak tempat untuk makan dan beristirahat,” jelas Danny Rogi.

Rosyid Azhar Seekor burung migran tengah mencari makan di persawahan di Gorontalo. Para penggiat lingkungan mulai mendokumentasikan peristiwa menarik ini

Sejak 3 tahun terakhir, para penggiat lingkungan yang tergabung dalam Gorontalo Biodiversity Forum ini melakukan pengamatan burung migran secara rutin.

"Kami sudah beberapa kali mengamati, terutama saat pagi. Yang paling banyak terlihat jenis trinil semak," kata Ririn Hasan, staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gorontalo.

Organisasi pelestari burung liar, Burung Indonesia, sudah merangkum dokumentasi foto burung para penggiat lingkungan ini. Setidaknya terdapat 49 spesies burung migran yang menyinggahi Gorontalo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X