Soal Gloria, Ini Komentar Gubernur Jabar

Kompas.com - 16/08/2016, 18:02 WIB
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Indra Akuntono/KOMPAS.comGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tak berkomentar banyak tentang Gloria Natapradja Hamel yang digugurkan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) lantaran dua kewarganegaraannya.

“Pada intinya, (kami) ikut keputusan pemerintah pusat sesuai pertimbangan hukum yang ada. Itu saja,” ujar Aher, sapaan Ahmad Heryawan di Gedung DPRD Jabar, Selasa (16/8/2016).

Aher mengatakan pihaknya menghormati semua keputusan yang diambil atas Gloria. Namun ia berharap hal tersebut bisa diperbaiki untuk menghindari kejadian serupa.

“(Ke depan) harus diperbaiki. Dari awal harus detail, hati-hati,” kata dia.

Sementara di tempat berbeda, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar juga mengungkapkan hal serupa. “Ikutin aturan sajalah. Kalau aturannya membolehkan, laksanakan. Kalau tidak, nggak usah diributkan. Ikutin aturannya,” ucapnya.

Mengenai petisi dukungan agar Gloria bisa tetap jadi Paskibraka, Deddy meminta semua pihak kembali kepada aturan. “Ikuti aturannya. Kalau aturannya multitafsir ya perbaiki aturannya,” sebut dia.

Deddy menghormati semua keputusan yang dikeluarkan pada Gloria. Meskipun Gloria berasal dari Depok, Jawa Barat.

“Kalau masalah potensi (Gloria), Menteri Arcandra Tahar juga potensinya luar biasa. Tapi kalau bertentangan dengan aturan, ada konsekuensi dari sebuah aturan,” tutupnya.

baca juga: Jika Tak Digugurkan, Gloria Wakili Depok Setelah 8 Tahun



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
Kisah Pilu Balita Akhmad, Bermain Bola dan Terseret Ombak, Ditemukan Nelayan 5 Hari Kemudian

Kisah Pilu Balita Akhmad, Bermain Bola dan Terseret Ombak, Ditemukan Nelayan 5 Hari Kemudian

Regional
Usut Kasus Penganiayaan dan Pembubaran Acara Midodareni di Solo, Polisi: Tak Ada Ruang Bagi Kelompok Intoleran

Usut Kasus Penganiayaan dan Pembubaran Acara Midodareni di Solo, Polisi: Tak Ada Ruang Bagi Kelompok Intoleran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X