Jemaah Haji Aceh Diimbau Banyak Minum karena Cuaca Panas

Kompas.com - 16/08/2016, 06:23 WIB
ilustrasi : seorang jamaah haji yang baru sampai Makkah dari Madinah, Minggu, disambut Konjen RI di Jeddah dan Ketua Muasssah Asia Tenggara Muhammad Amin Hasan. Risbiani Fardaniah/ANTARA Newsilustrasi : seorang jamaah haji yang baru sampai Makkah dari Madinah, Minggu, disambut Konjen RI di Jeddah dan Ketua Muasssah Asia Tenggara Muhammad Amin Hasan.
Penulis Hamzirwan
|
EditorFarid Assifa

MADINAH, KOMPAS.com - Para jemaah calon haji asal Aceh yang sudah berada di Madinah, Arab Saudi, diimbau lebih banyak minum dan mengurangi aktivitas luar ruangan.

Pasalnya, saat ini suhu udara di Madinah berkisar 30 derajat celcius hingga 44 derajat celcius sehingga dikhawatirkan gampang memicu dehidrasi.

Dokter Taufik Ridwan di sela mengunjungi Abdul Wahab M Yusuf bin Muhammad (74) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia, Madinah, Senin (15/8/2016) malam waktu setempat, menyarankan para jemaah asal Aceh memakai masker wajah dan payung saat melakukan kegiatan luar ruang. Hal ini untuk mencegah mereka didera panas terik.

"Sebaiknya jemaah juga membawa semprotan air untuk sesekali membasahi wajahnya. Supaya jemaah tetap merasa segar," ujar Taufik, yang merupakan dokter pendamping jemaah haji Kelompok Terbang 3 Provinsi Aceh.


Wahab menderita gastritis dan memiliki riwayat penyakit pasca-stroke sehingga dokter pendamping Kloter 3 Aceh merujuknya ke KKHI Madinah sejak Sabtu (13/8/2016). Pemilik paspor Nomor B 317280 tersebut mengeluh merasa lemas dan mual akibat kurang minum.

Setelah dirawat di KKHI Madinah, yang memiliki fasilitas perawatan setara rumah sakit kelas C, Wahab rencananya segera dibawa kembali ke hotel.

"Kami akan bawa kembali beliau ke hotel. Mohon doa dari rakyat Aceh agar seluruh jemaah Kloter 3 selalu dalam keadaan sehat walafiat," kata Taufik.

 

Baca tentang


komentar di artikel lainnya
Close Ads X