Kompas.com - 14/08/2016, 15:44 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SEMARANG, KOMPAS.com - Banjir rob kembali terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (14/8/2016). Rob masih meluber ke jalan-jalan utama pantai utara Jawa di wilayah Kaligawe dan Genuk.

Pantauan Kompas.com, air rob masih menggenangi jalan dengan ketinggian 5-10 sentimeter.

Ada dua lokasi yang masih tergenang, yakni di pertigaan pintu keluar Terminal Terboyo dan pintu masuk kawasan industri Genuk.

Meski terjadi banjir rob, lalu lintas kendaraan tetap normal dan tidak ada kemacetan.

Adapun daerah lain yang menjadi langganan banjir rob sudah tak tampak tergenang, seperti di bawah flyover Jalan Tol Kaligawe dan depan Mapolsek Genuk. Kendati demikian, bekas air rob membuat jalan rusak dan bergelombang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah menetapkan darurat bencana banjir rob di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Pemkot Semarang bersama Pemprov Jateng dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan langkah darurat bencana semenjak Lebaran lalu.

Langkah itu berupa penyiapan pompa ukuran besar, sedang, dan kecil. Pompa ukuran besar diletakkan di muara sungai, sementara pompa kecil ditaruh di sepanjang jalan pantura.

Pompa kecil yang digunakan menyedot air rob kini sudah tak tampak lagi. Rob dibiarkan masih menggenangi jalanan.

Saat penanganan darurat lalu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sempat meminta warga yang tinggal di sekitar rob untuk bersabar dan tidak mengandalkan emosi dalam menyelesaikan masalah rob.

Warga setempat sempat bersitegang dengan petugas terkait penanganan rob dengan mengacungkan senjata. Warga meminta petugas tak membuka pintu air agar wilayahnya tak tergenang air.

(Baca juga Ganjar: Londo Saja Tidak Sanggup Atasi Banjir Rob)

Permasalahan ini mulai dipecahkan setelah Pemprov Jateng dan Kementerian PUPR menyediakan pompa air. Pompa yang telah tersedia akan ditaruh di pusat air di dekat pemukiman sumber genangan, lalu disedot di daerah tampungan sementara di depan SPBU Genuk. Dari wilayah tampungan itu, air rob disedot menggunakan selang panjang dan dialirkan ke Kali Babon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.