Kompas.com - 14/08/2016, 08:01 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) dalam acara ruwat rambut gembel di Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Jawa Tengah. DOK. HUMAS PEMPROV JATENGGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) dalam acara ruwat rambut gembel di Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Jawa Tengah.
EditorWisnubrata

Jarum jam di tangan saya menunjuk angka 20.38 ketika mobil bergerak dari halaman rumah dinas gubernur, Puri Gedeh, Semarang.

Sabtu malam itu, 6 Agustus, kami (saya, istri, dan anak saya Alam) ditemani sopir dan ajudan berangkat ke Dieng. Melihat waktu, saya perkirakan masih sempat menikmati barang satu dua band di panggung Jazz Atas Awan.

Tapi saya salah...

Saya lupa memprediksi kemacetan di jalan menuju Dieng. Saking bersemangatnya menghadiri Dieng Culture Festival 2016, saya lupa memperhitungkan bahwa ada seratus ribu lebih warga yang juga sama bersemangatnya seperti saya.

Akhirnya, kami yang telah sampai Tieng sekitar pukul 22.30 itu hanya bisa melongo melihat kemacetan panjang yang mengular. Mobil bahkan tidak banyak bergerak hingga satu jam kemudian. Voorijder dengan sirene yang terus menguing-nguing di depan rupanya tak banyak membantu.

Melihat kemacetan dari balik jendela, saya termangu. Manusia memang hanya bisa berencana, Gusti Allah yang menentukan. Saya hopeless. Sirna sudah keinginan menonton jazz, berdingin-dingin, sambil makan jagung bakar.

Saya memang sudah merasakannya tahun lalu. Tapi waktu itu sendirian. Anak istri tidak ikut. Tahun ini saya bertekad mengulang memori itu bersama keluarga. Sayangnya gagal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam balutan kekecewaan saya berpikir. Seandainya jalan menuju Dieng bisa lebih lebar, tentu kemacetan lebih bisa diminimalisasi. Tapi tidak mungkin. Jalan itu sempit. Terlebih, ada yang kanan dan kirinya jurang.

Pemikiran tentang bagaimana menyediakan infrastruktur pariwisata yang lebih baik sudah muncul sejak pertama kali saya dilantik jadi gubernur.

Saya ingin pariwisata Jawa Tengah maju. Potensi provinsi ini luar biasa dalam bidang pariwisata. Tapi kemarin-kemarin belum ditata dengan baik.

Saya ingin memulainya. Saya ingin mengajak, tidak hanya pemerintah kabupaten kota, tapi juga masyarakatnya. Infrastruktur pariwisata digarap, kultur masyarakat pelaku wisata juga harus lebih baik.

Untuk Dieng, saya telah meminta dibuka jalur lain, terutama dari Batang. Lewat sini, masyarakat dari jalur Pantura lebih mudah mengakses. Selain lebih dekat, juga lebih enak.

Tahun 2016 ini, perbaikan dan peningkatan jalan sudah dikerjakan. Mudah-mudahan tahun depan sudah selesai dan bisa dimanfaatkan. Setidaknya, mampu memecah konsentrasi arus kendaraan menuju Dieng.

Saya bayangkan juga akan menarik jika wisatawan dari arah Wonosobo parkir di area menjelang kawasan wisata kemudian diangkut menuju lokasi dengan kereta gantung. Ada pilihan juga sebagian diangkut menggunakan angkutan feeder.

Ya, banyak rencana dan tentu saja lebih banyak lagi biayanya. Semoga bisa terwujud satu demi satu.

Dan, melamun rupanya membuat saya tertidur. Saya bangun tepat ketika mobil sampai di homestay. Saya lirik jam tangan. Pukul setengah tiga! Berarti dari Tieng ke homestay Acacia di Desa Wisata Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara ini butuh waktu empat jam!

Namun tiba-tiba saya yang tadinya kecewa berat karena macet itu berubah jadi bersyukur. Karena berada di tengah-tengah macet itu membuahkan kesadaran bahwa saya harus lebih keras mendorong perbaikan infrastruktur.

***

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.