Korupsi Dana Rehabilitasi Sekolah, Guru SD Divonis 5 Tahun Penjara

Kompas.com - 09/08/2016, 16:27 WIB
Ilustrasi Daily MailIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

BIMA, KOMPAS.com - Rusdin, seorang terdakwa kasus dugaan korupsi dana rehabilitasi sekolah di Bima, divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Matara NTB.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim yang dipimpin Wari, yang didampingi dua hakim anggota lainya terhadap Rusdin dilaksanakan, Senin (8/8/2016). Rusdin divonis hukuman penjara selama lima tahun dengan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan.

"Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa Rusdin terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-Undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,"ungkap Kasis Pidsus Kejari Bima, Yoga, Selasa (9/8/2016).

Yoga mengaku, terdakwa yang merupakan guru pada salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Bolo itu diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebagai uang pengganti Rp 417 juta yang dinikmatinya.

"Jika tidak dikembalikan diganti dengan tambahan hukuman satu tahun penjara,” ujar Yoga.

Dalam kasus ini, Rusdin dinyatakan terbukti melakukan korupsi dengan menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri. Putusan yang dijatuhkan terhadap Rusdin ini sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yoga dan Lalu Muhammad Rosyid selaku kasi Intel Jaksa setempat yang menuntutnya 5 tahun penjara.

“Atas putusan itu, Rusdin belum mengajukan banding. Tapi kita masih tunggu sampai Kamis depan,” kata Yoga.

Kasus korupsi anggaran yang bersumber dari APBN tahun 2012 itu diungkap oleh pihak Polres Bima Kota setelah beberapa bulan dilakukan penyelidikan. Dari pengakuan berbagai saksi dan barang bukti, terdakwa yang telah divonis tersebut terbukti terlibat melakukan korupsi dana APBN untuk rehab empat sekolah dasar di Kecamatan Langgu, Kabupaten Bima.

“Dalam kasus itu, Rusdin berperan sebagai kurir yang mendatangkan anggaran dari pusat untuk pembangunan rehabilitasi ruang kelas di empat SD di wilayah Langgudu,” ujar Yoga.

Empat sekolah itu mendapat kucuran dana lebih dari Rp 1 miliar. Namun setelah anggaran cair, dia meminta fee sebanyak 35 persen kepada masing-masing kepala sekolah yang menerima bantuan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beredar Pesan Kasdim 0817 Gresik Meninggal Pasca Vaksinasi Corona, Wabup Pastikan Hoaks

Beredar Pesan Kasdim 0817 Gresik Meninggal Pasca Vaksinasi Corona, Wabup Pastikan Hoaks

Regional
Ini Alasan Syaiful Bahri Gunakan Tanda Tangan ala Konoha di KTP-nya

Ini Alasan Syaiful Bahri Gunakan Tanda Tangan ala Konoha di KTP-nya

Regional
Muara Sungai Progo yang Selalu Penuh Sampah pada Musim Hujan

Muara Sungai Progo yang Selalu Penuh Sampah pada Musim Hujan

Regional
Ajak Turis Asing Ramai-ramai ke Bali hingga Viral, Kristen Gray Dicari Petugas

Ajak Turis Asing Ramai-ramai ke Bali hingga Viral, Kristen Gray Dicari Petugas

Regional
796 TKA di Bintan Telah Kembali ke China

796 TKA di Bintan Telah Kembali ke China

Regional
Viral Foto Tanda Tangan di KTP ala Lambang Konoha, Begini Ceritanya

Viral Foto Tanda Tangan di KTP ala Lambang Konoha, Begini Ceritanya

Regional
Remaja 17 Tahun Pengeroyok Petugas SPBU di Makassar Ditangkap

Remaja 17 Tahun Pengeroyok Petugas SPBU di Makassar Ditangkap

Regional
Sempat Tutup akibat Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Dibuka Lagi

Sempat Tutup akibat Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Dibuka Lagi

Regional
Cerita Penghuni Rutan Melawan Covid-19, dari Vitamin hingga Aerobik

Cerita Penghuni Rutan Melawan Covid-19, dari Vitamin hingga Aerobik

Regional
Nomor WhatsApp Bupati Kebumen Diretas, Ahli Digital Forensik Beberkan 3 Modus Pelaku

Nomor WhatsApp Bupati Kebumen Diretas, Ahli Digital Forensik Beberkan 3 Modus Pelaku

Regional
Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Regional
Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Regional
Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Regional
Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Regional
8 Hari Jalani Karantina Mandiri, Wagub NTT Dinyatakan Negatif Corona

8 Hari Jalani Karantina Mandiri, Wagub NTT Dinyatakan Negatif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X