Habibie: Di RS Khusus Ginjal, Warga Miskin Bisa Dapat Pengobatan Cuma-cuma

Kompas.com - 08/08/2016, 13:40 WIB
Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani Presiden ke-3 RI BJ Habibie bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat meresmikan gedung baru Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny RA Habibie di Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung, Senin (8/8/2016). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI

BANDUNG, KOMPAS.com - Presiden ke-3 RI BJ Habibie menegaskan bahwa Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny RA Habibie terbuka bagi pasien kurang mampu. Dia menjamin, para pasien dari kalangan warga miskin akan mendapat pelayanan yang sama dengan pasien lainnya.

"Ini (pasien miskin) kalau memang tidak mampu membiayai perawatannya dapat dengan cuma-cuma," ucap Habibie usai meresmikan gedung baru RS Khusus Ginjal Ny R.A Habibie, Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung, Senin (8/8/2016).

Menurut Habibie, sikap tersebut merupakan implementasi dari amanat almarhum sang ibu yang melarang adanya diskriminasi pasien di rumah sakit keluarganya.

"Itu persyaratan dari ibu saya yang diteruskan kepada adik kandung saya. Kalau memang kemari tidak punya apa-apa dan memang harus diperiksa, tidak ada masalah," ujarnya.

Habibie tak menyangkal bahwa biaya operasional tindakan cuci darah cukup mahal, salah satunya disebabkan penggunaan cairan khusus untuk cuci darah (dialisate). Namun, pihaknya telah menemukan cara untuk membuat cairan sendiri.

Bahkan, lanjut Habibie, nantinya tiap rumah sakit daerah di Indonesia bisa mendapat cairan tersebut secara cuma-cuma.

"Yang cukup mahal bukan mesin tapi cairan dan mereka sudah menguasai teknologi untuk membuat cairan sendiri. Dikasih mesinnya dan cairannya bantuan cuma-cuma tapi tidak diantar, datang kemari ambil, kami kasih," ungkapnya.

Direktur Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny RA Habibie, Qania Mufliani, menambahkan, saat ini mayoritas pasien di RS khusus ginjal merupakan warga kurang mampu.

"Kalau sekarang karena era BPJS semua pasien yang sudah di-cover BPJS bisa dilayani. Kadang belum semua ter-cover, yang tidak punya BPJS Dinas Kesehatan bisa membantu, atas rekomendasi dari Dinkes. Di sini 97 persen pasien BPJS," ujarnya.

(Baca juga: Habibie Resmikan Gedung Baru Rumah Sakit Khusus Ginjal RA Habibie)


EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya


Close Ads X