Kompas.com - 08/08/2016, 12:47 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membagi petai yang di dipanen di area E Park Gor Tawang Alun Banyuwangi saat pembukaan Konferensi Indonesia Berkebun Sabtu (6/8/2016) KOMPAS.com/Ira RachmawatiBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membagi petai yang di dipanen di area E Park Gor Tawang Alun Banyuwangi saat pembukaan Konferensi Indonesia Berkebun Sabtu (6/8/2016)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tidak mempermasalahkan adanya rencana pemerintah pusat untuk memotong dana transfer daerah.

Menurut Anas, pemotongan itu masih bisa ditutupi dengan pendapatan dari beberapa sektor lain, seperti sektor pertanian, pariwisata dan perhotelan.

Pemkab Banyuwangi sudah mengantisipasi kekurangan itu, termasuk ketika defisit Rp 130 miliar karena asumsi APBD normal tidak sesuai dengan realiasasi anggaran.

"Kebetulan di Banyuwangi tidak masalah, kecuali anggaran-anggaran yang memang sudah dialamatkan untuk sektor tertentu yang dipotong. Untuk sektor itu terpengaruh, tapi bisa ditambal dengan beberapa anggaran hasil optimalisasi sektor pendapatan dan pajak daerah," kata Anas kepada Kompas.com, Senin (8/8/2016).

Ia mencontohkan, anggaran yang dipotong adalah untuk irigasi dan sektor jalan. Untuk mengatasinya, ukuran jalan yang semula panjang dijadikan lebih pendek.

Anas juga menjelaskan bahwa Pemkab Banyuwangi sudah melakukan terobosan agar belanja publik lebih tinggi dibandingkan belanja-belanja birokrasi.

"Jadi pemotongan dana transfer daerah tidak berpengaruh besar di Banyuwangi," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemkab Banyuwangi juga menerapkan tax monitor yang dipasang di sejumlah hotel dan restoran. Sistem ini nantinya tersebut langsung terkoneksi dengan server milik Dinas Pendapatan Daerah untuk memonitor pendapatan riil hotel maupun restoran tersebut.

"Dengan sistem tersebut, semoga target pungutan pajak 2017 lebih baik," kata Anas.

Dalam sidang kabinet pada Rabu pekan lalu, pemerintah menyepakati akan memangkas anggaran sebesar Rp 133,8 triliun.

(Baca juga Jokowi Pangkas Anggaran Kementerian/Lembaga dan Dana Transfer Daerah)

Pemangkasan itu terdiri dari pemotongan anggaran kementerian/lembaga sebesar Rp 65 triliun dan dana transfer daerah sebesar Rp 68,8 triliun.

Meskipun anggaran belanja akan dicukur, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan tetap akan ada pelebaran defisit menjadi 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Taksiran mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini lebih tinggi dari perkiraan dalam APBN-P 2016 yang sebesar 2,35 persen dari PDB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.