Kemendagri Terjunkan Tim Investigasi Usut Bentrok Polisi-Satpol PP di Makassar

Kompas.com - 08/08/2016, 09:12 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri menerjunkan tim investigasi untuk mengusut kasus bentrokan antara aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Makassar pada Sabtu (6/7/2016) hingga Minggu (7/8/2016) dini hari.

"Kemendagri bentuk tim investigas pencari fakta dalam bentrokan antara aparat Kepolisian dengan Satpol PP di Makassar. Tim ini baru tiba di Makassar dan sekarang ada di kantor Balaikota," kata Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang biasa disapa Danny, Senin (8/8/2016).

Danny juga mengatakan, selain tim investigasi yang dibentuk Kemendagri, Direktur Satpol PP Kemendagri juga datang ke Makassar untuk berkoordinasi penyelesaian masalah tersebut.

Saat ini, ada 25 orang anggota Satpol PP yang ditangkap oleh polisi dan sampai sekarang belum dilepas.

Dalam peristiwa itu, anggota Sabhara Polda Sulsel, Brigadir Dua Michael Abraham (22), tewas akibat tikaman benda tajam. Adapun 2 anggota polisi lain dan 18 anggota Satpol PP Makassar luka-luka.

Selain itu, puluhan sepeda motor serta tujuh mobil dan truk yang terparkir di halaman Balai Kota rusak. Sejumlah fasilitas ruangan di pusat pemerintahan Kota Makassar juga rusak. Ramdhan memastikan kerusakan tidak akan mengganggu kegiatan operasional dan aktivitas Pemkot Makassar.

Penyelidikan kasus ini ditangani Ditreskrim Umum Polda Sulsel. Jika ditemukan ada anggota polisi yang melanggar hukum, Hotman berjanji akan bertindak tegas. Komitmen serupa disampaikan Ramdhan terhadap anggota satpol PP.

Kabid Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Frans Barung Mangera menyatakan telah menyampaikan kepada seluruh jajaran Polda Sulsel agar tidak terpengaruh dan bertindak sepihak. "Biarkan proses penyelidikan berjalan," ucapnya.

(Baca juga Kesaksian Warga soal Kronologi Bentrok Polisi dan Satpol PP Makassar)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X