Cerita di Balik Makanan Ringan "Bikini"

Kompas.com - 06/08/2016, 15:12 WIB
Sebanyak 144 bungkus makanan KOMPAS.com/RENI SUSANTI Sebanyak 144 bungkus makanan "Bikini" disita BBPOM Jabar dalam penggerebekan di rumah produksinya di Depok Jawa Barat, Sabtu (6/8/2016).
|
EditorFidel Ali

BANDUNG, KOMPAS.com – Makanan ringan yang diberi nama "Bikini" atau Bihun Kekinian menjadi perdebatan di media sosial. Makanan yang berupa bihun itu dinilai ada unsur pornografi.

Lalu siapa sebenarnya pembuat makanan ringan tersebut?

BPOM Jawa Barat menjelaskan, "Bikini" merupakan tugas akhir lima peserta sebuah kursus non-formal enterpreneur di Geger Kalong, Bandung. Tugas akhir tersebut mendapat nilai tertinggi dan menjadi juara.

"Lima orang berteman, ikut kursus. Jurusan enterpreneur. Untuk kepentingan kursus enam bulan di Geger Kalong ini dibuatlah 'Bikini'. Rupanya mereka juara," ujar Kepala BPOM Jabar, Abdul Rahim di Bandung, Sabtu (6/8/2016).

Dari lima orang ini tak satu pun orang Bandung. Tiga di antaranya peserta dari Kalimantan, satu berasal dari Sumatera, dan TW (19) dari Depok, Jawa Barat.

"Beres kursus, mereka kembali ke daerahnya masing-masing," ucapnya.

Karena kelima orang ini sudah kembali ke daerah masing-masing, TW berinisiatif membeli hak cipta 'Bikini'. TW pun akhirnya memasarkan sendiri produk tersebut secara online.

"Belum tentu juga bisa disebut UKM, lebih ke produk rumahan seperti itu. Bahkan awalnya dibuat di kos-kosan," imbuhnya.

Produknya sederhana. Bihun pabrikan digoreng lalu diberi bumbu dan dikemas dalam kemasan yang kontroversial tersebut.

"Pencantuman logo Halal dan nama rumah produksi untuk meyakinkan konsumen. Karena aslinya, produsen tidak memiliki izin apapun dan tidak mempunyai perusahaan berbadan hukum,” tuturnya.

Abdul Rahim menduga, motif dari pelaku menggunakan kemasan seperti itu untuk keuntungan semata. Pelaku pun berpikir berjualan online lebih aman.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X